aldylo

Just another WordPress.com site

Re-desain Konsep (coffee loving Umbrella)

I.I Latar belakang Masalah

Hujan bukanlah halangan bagi para pecinta kopi dimana pun dan kapan pun minum kopi adalah harus dijalankan, karena Bagi seorang pecandu kopi, secangkir kopi adalah sebuah awal dari segalanya. Bukan berlebihan atau mengada-ada, karena delapan puluh persen orang dewasa di dunia minum kopi sedikitnya sekali sehari. Dengan berbagai aneka jenis dan cita rasa, kopi adalah minuman yang memiliki keistimewaan tersendiri bagi penikmatnya.

Suatu hal yang tidak mengherankan, karena memang jika rasa sudah menjadi selera, bergelas-gelas kopi dapat dihabiskan oleh pecandu kopi. Yang luar biasa, berdasarkan data dari jurnal kesehatan dunia, ternyata delapan puluh persen orang dewasa di dunia minum kopi sedikitnya sekali sehari. Ini terlihat dari banyaknya jumlah penikmat kopi di kedai kopi usai jam kerja. Serta menjamurnya kedai-kedai kopi di berbagai antero dunia, juga menjadi salah satu bukti kalau minuman ini memiliki banyak penikmatnya, Minum kopi memang sudah bukan aktivitas untuk sekedar memanjakan rasa saja, namun sudah menjadi gaya hidup,

mengapa kopi memiliki banyak penggemar karena kopi banyak sekali manfaatnya diantara lainnya sebagai berikut :

  • Kafein yang terkandung di dalam kopi adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi otak dan sistem saraf. Kafein tergolong jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai trimetilsantin. Selain pada kopi, kafein juga banyak ditemukan dalam minuman teh, cola, coklat, minuman berenergi (energy drink), cokelat, maupun obat-obatan.
  • Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat, Cobalah mengkonsumsi kopi atau teh 15 menit atau 30 menit sebelum Anda melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi pada atasan. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan, karena kafein yang terdapat pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak.
  • Kafein mencegah gigi berlubang, Cobalah untuk meminum secangkir kopi hangat atau teh hangat sesaat setelah Anda mengkonsumsi cookies, cake coklat yang lezat, permen rasa buah atau sepotong roti manis. Joe Vinson, Ph.D., dari University of Scranton menjelaskan bahwa kafein yang terdapat dalam minuman ini ternyata sangat tangguh memberantas bakteri penyebab gigi berlubang.
  • Kafein mengurangi derita sakit kepala, Penelitian menemukan kafein yang terdapat dalam kopi atau teh (dalam jumlah tertentu) sanggup menolong mengobati sakit kepala. Menurut Seimur Diamond, M.D., dari Chicago’s Diamond Headache Clinic. Penderita migrain dalam kategori ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat atau secangkir black tea. Jadi, sebelum mengkonsumsi obat cobalah dulu sembuhkan sakit kepala Anda dengan minuman berkafein.
  • Kafein bisa melegakan napas, penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru.-Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah, bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama, di perkirakan karena kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama.-Kafein bisa meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar dan energik, dan bagi Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori, karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga, rangsangan, mood dan konsentrasi. Penelitian di Universitas Arizona ditemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi sebelum test memori menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka yang minum kopi tanpa kafein.
  • Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA.
  • Kafein juga melindungi jantung dan kanker.
  • Untuk mengurangi risiko mengidap diabetes, mulailah meminum kopi. Seseorang yang minum kopi lebih dari enam cangkir sehari berisiko rendah terserang diabetes dibanding dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali. Demikian simpulan sebuah riset skala besar yang dilakukan pada 80 ribu orang selama 18 tahun di AS.
  • Parkinson jarang ditemukan pada orang yang minum kopi secara teratur, Sebuah riset menyimpulkan penyakit ini justru ditemukan pada pria yang tidak minum kopi tiga kali lebih banyak daripada pria penikmat kopi.
  • Minum kopi membuat sperma “berenang” lebih cepat dan mampu meningkatkan kesuburan pria, Hal ini diumumkan para ilmuwan Brasil dalam pertemuan “American Society for Reproductive Medicine” di San Antonio, dimana pembicaraan utama berkisar pada efek obat-obatan terhadap kesuburan kaum adam.

Oleh karena itu dengan banyaknya para pecinta kopi atau penggemar kopi di indonesia maupun dunia, dan menjadi gaya hidup tersendiri, dimana dalam kalangan pecinta kopi tidak ada yang namanya halangan bagi mereka untuk meminum segelas kopi, baik dikedai kopi, cafe, ataupun dimobil.

I.II Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, kajian ini mencoba menjelaskan secara menyeluruh konsep pemikiran yang mendasari perancangan sebuah konsep produk unik bagi para pecinta kopi, dengan sebuah konsep desain payung dengan bagian tangkainya berbentuk gelas, yang dapat memanjakan para pecinta kopi dan merupakan inovasi untuk para pecinta kopi, untuk menjadikan gaya hidup tersendiri.

I.III Batasan  Masalah

Perubahan dasar bentuk pada payung tersebut untuk merumuskan alternatif desain dan memanjakan para pecinta kopi, karena hujan bukanlah masalah, dimana pun dan kapan pun minum kopi adalah harus dijalankan, karena Bagi seorang pecandu kopi, secangkir kopi adalah sebuah awal dari segalanya.

I.IV Rumusan  Masalah

o   Akankah Kenyamanan produk  dapat berinteraksi terhadap pengguna.

o   Akankah sebuah produk tersebut tidak membahayakan kesehatan pengguna.

o   Desain produk yang bagaimana yang menjadikannya sebagai gaya hidup tersendiri bagi pengguna.

I.V Tujuan

Untuk merumuskan dan memanjakan para pecinta kopi, karena secangkir kopi adalah sebuah awal dari segalanya, maka dari itu saya mengangkat judul REDESAIN KONSEP COFFEE LOVING UMBRELLA yang mengkonfigurasi arti dari santai dan menjadikan gaya hidup tersendiri bagi para pecinta kopi dimana menyeruput kopi diluar tempat berteduh, karena gelas kopi terdapat ditangkai payung tanpa kesulitan ditengah hujan sekalipun.

Inovasi yang mendukung kreativitas anak melalui produk trek fingerboard portable

I.I. Latar Belakang Masalah

Kreatifitas merupakan kerja yang menghasilkan karya yang bersifat baru, bermanfaat, dan dapat dimengerti. Baru berarti inovatif, belum pernah ada sebelumnya, unik, menarik dan mengejutkan. Bermanfaat berarti berdayaguna, praktis, mempermudah, memperlancar, dan memecahkan masalah. Dapat dimengerti berarti dapat dipelajari dan dibuat ulang dengan hasil yang sama.

Orang kreatif memiliki tujuh ciri watak utama, yaitu:

1.    Berpikir dari segala arah; kemampuan bermain dengan berbagai ide, gagasan             dari segala arah kemudian mengkaitkan ke suatu masalah yang akan dipecahkan.

2.    Berpikir ke segala arah; kemampuan berpikir dari satu ide, gagasan, menyebar ke segala arah.

3.    Fleksibilitas konsep; mampu secara spontan mengganti cara pandang atau cara kerja yang mandek.

4.    Orisinlitas; kemampuan melahirkan ide, gagasan, konsep, yang tidak lazim meski tidak selalu benar.

5.    Lebih memilih kompleksitas ketimbang simplisitas; lebih memilih kerumitan ketimbang kemudahan, lebih memilih tantangan daripada kemanan.

6.    Latar belakang keluarga yang mendukung kreatifitas; lingkungan keluarga yang menjadi contoh dalam bidang seni, menulis, penelitian dan pengembangan ilmu.

7.    Kecakapan dalam banyak hal; mempunyai banyak minat dan kecakapan dalam berbagai hal.

Ciri-ciri yang memungkinkan orang menjadi kretaifitas adalah:

1.    Berpikiran mandiri,

2.    Pantang menyerah,

3.    Mampu berkomunikasi dengan baik,

4.    Lebih tertarik pada konsep ketimbang hal kecil-kecil,

5.    Dorongan keinginan tahu yang besar,

6.    Memiliki rasa humor dan fantasi,

7.    Tidak segera menolak hal baru, dan

8.    Arah hidup yang mantap.

Lingkungan keluarga yang dapat mendukung kreatifitas anak adalah keluarga yang memiliki ciri-ciri berikut:

1.    Orang tua menghargai anak sebagai pribadi; anak diperlakukan sebagai pribadi yang penting dan anggota keluarga yang sejajar. Pendapat anak didengarkan dan ditanggapi, perasaannya diberi ruang dan diterima secara wajar.

2.    Orang tua menaruh perhatian terhadap pengembangan bakat anak.

3.    Orang tua menjadi teladan, memberi contoh yang baik.

4.     Mempunyai patokan etis yang jelas dalam keluarga. Nilai-nilai yang ditanamkan kejujuran, penghargaan pada mutu, keinginan tahu, dan ambisi yang sehat.

5.    Orang tua tidak khawatir tentang anak-anak.

6.    Keluarga sering pindah kota.

Bagaimana membina kreatifitas ana-anak? berikut caranya:

1.    Biarkan anak mengetahui pandangan dan sikap orang tua tentang hidup. Kemudian

2.    anak-anak anak melenggkapinya dengan pandangan orang lain dalam kontak

sosialnya.

3.    Berikan hadiah yang merangsang, menyenangkan dan mengembangkan hobbinya.

4.    Bawa anak-anak mengunjungi kenalan-kenalan yang berprestasi. Biarkan anak berbicara, berdiskusi dengan mereka.

5.    Biarkan anak-anak keluar rumah pergi berpetualang dengan teman-temannya.

6.    Dorong anak-anak menemukan cara lain mengerajakan sesutau yang sudah biasa.

7.    Latih anak bersikap positif. Jika menemukan hal baru, ajak anak untuk menemukan segi negatif, segi positif, dan segi-segi yang menarik dari hal tersebut.

Perkembangan anak dan kreatifitas anak sangat tergantung dari lingkungan tempat dimana si anak hidup atau disebut juga Keluarga! ternyata Orang Tua memegang peranana yang sangat besar dalam perkembangan dan kreatifitas anak. Kebanyakan anak membawa sikap dan sifat yang mereka pelajari dari lingkungan, secara spesifik, orangtuanya. Sayangnya, menurut literatur yang disebutkan oleh situs MSN, sebanyak 61 persen orangtua bergantung pada sekolah, televisi, dan permainan komputer untuk perkembangan kreatif anak-anaknya. Padahal, menurut presenter acara seni anak SMart, dari stasiun CBBC, Kirsten O’Brien, “Peran orangtua sangat penting untuk mendukung proses berpikir kreatif dan imajinatif anak-anaknya. Kita perlu membantu para orangtua untuk bisa bermain dan menginspirasi energi kreatif anak. Anak-anak pun akan selalu mengingat pengalaman berbagi mainan dengan orangtuanya itu.”

Paul Geraghty, pengarang cerita anak The Hunter and Dinosaur in Danger mengatakan, “Kreativitas adalah bagian penting dalam perkembangan setiap anak. Sama seperti matematika dan bahasa, kreativitas perlu latihan dan dukungan. Kreativitas membawa kepuasan seumur hidup jika didorong sejak dini dan dilatih sepanjang masa kanak-kanak.”

Dengan menerapkan strategi 4P pada anak ? Strategi 4P yaitu Pribadi, Pendorong, Proses, dan Produk yang menurut para ahli dapat membantu mengembangkan kreatifitas anak jika diterapkan secara benar. Pada dasarnya setiap anak memiliki kreativitas, hanya saja  tidak semua anak bisa mengembangkan kreatifitasnya dengan benar. Untuk itu diperlukan peran orang tua  dalam mengembangkan kreatifitas tersebut. Melalui strategi 4P ini diharapkan dapat membantu orang tua dalam mengembangkan kreativitas anaknya.

Pribadi
Hal pertama yang harus orang tua ketahui dalam upaya mengembangkan kreatifitas anak adalah dengan memahami pribadi mereka, yang bisa anda lakukan:

  • Memahami bahwa setiap anak memiliki pribadi berbeda, baik dari bakat, minat, maupun keinginan.
  • Menghargai keunikan kreativitas yang dimiliki anak, dan bukan mengharapkan hal-hal yang sama antara satu anak dengan anak lainnya, karena setiap anak adalah pribadi yang “unik”, dan kreatifitas juga merupakan sesuatu yang unik.
  • Jangan membanding-bandingkan anak karena tiap anak memiliki minat, bakat, kelebihan serta ketebatasannya masing-masing. Pahamilah kekurangan anak dan kembangkanlah bakat dan kelebihan yang dimilikinya.

Pendorong
Dorongan dan motivasi bagi anda sangat berguna bagi anak dalam mengembangkan motivasi instrinsik mereka, dengan begitu mereka akan sendirinya berkreasi tanpa merasa dipaksa dan dituntut ini itu dari anda, yang bisa anda lakukan:

  • Berilah fasilitas dan sarana bagi mereka untuk berkreasi, misalnya melalui mainan-mainan yang bisa merangsang daya kreativitas anak misalnya balok-balok susun, lego, mainan alat dapur dan sebagainya. Hindari memberikan mainan yang tinggal pencet tombol atau mainan langsung jadi.
  • Ciptakan lingkungan keluarga yang mendukung kreatifitas anak dengan memberikan susana aman dan nyaman.
  • Hindari membatasai ruang gerak anak didalam rumah karena takut ada barang-barang yang pecah atau rusak, karena cara ini justru bisa memasung kreativitas mereka, alangkah lebih baik jika anda mau mengalah dengan menyimpan dahulu barang-barang yang mudah pecah ketempat yang aman, atau anda bisa meyediakan tempat khusus bermain anak, dimana anak bebas berkreasi.
  • Disiplin tetap diperlukan agar ide-ide kreatif mereka bisa terwujud.

Proses
Proses berkreasi merupakan bagian paling penting dalam pengembangan kreativitas dimana anak anda akan merasa mampu dan senang bersibuk diri secara kreatif dengan aktifitas yang dilakukannya, baik melukis, menyusun balok, merangkai bunga dan sebagainya, yang bisa anda lakukan:

  • Hargailah kreasinya tanpa perlu berlebihan, karena secara intuisif anak akan tahu mana pujian yang tulus dan yang mana yang hanya akan basa-basi.
  • Hindari memberi komentar negatif saat anak berkreasi, apalagi disertai dengan perintah ini itu terhadap karya yang sedang dibuatnya, karena hal ini justru dapat menyurutkan semangatnya berkreasi.
  • Peliharalah harga diri anak dengan mengungkapkan terlebih dahulu komentar anda secara positif, misalnya “bunda senang adek bisa membuat menara seperti itu, lain kali adek buat yang lebih tinggi dan tidak mudah ambruk ya.” Dengan demikian anak akan merasa dirinya mampu dan dihargai lingkungannya.

Produk
Pada tahap ini anak sudah bisa menghasilkan produk kreatif mereka, yang bisa anda lakukan:

  • Hargailah hasil kreatifitas mereka meski hasilnya agak kurang memuaskan.
  • Pajanglah karya anak anda di kamar mereka atau tempat-tempat lain yang memungkinkan. Dengan demikian, anak akan merasa bangga karena karyanya dihargai.

Dimulai dengan menerapkannya pada anak anda sendiri, diharapkan strategi 4P bisa membantu mengembangkan kreativitas anak Indonesia agar anak Indonesia menjadi anak kreatif yang mampu menciptakan karya anak bangsa yang membanggakan dan berguna bagi masa depan mereka kelak.

I.II. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas maka dapat diidentifikasikan permasalahannya adalah Perkembangan anak dan kreatifitas anak sangat  tergantung dari lingkungan tempat dimana si anak hidup atau disebut juga Keluarga, agar si anak dapat mampu berinteraksi secara langsung dengan lingkungan dan mendorong rasa keinginan tahu yang sangat besar.

I.III. Batasan Masalah

Produk ini diperuntukan untuk kalangan anak muda berusia 5 – 11 tahun, dimana produk berupa tas portable trek fingerboard ini adalah produk yang mendukung hobi anak untuk berkreativitas dalam menyusun berbagai macam bentuk trek yang anak sukai, dengan produk tersebut si anak akan berkembang dalam minat dan bakat.

I.IV. Rumusan  Masalah

  • produk seperti apa yang bisa  berinteraksi secara langsung dengan bakat si anak dalam mengembangkan kreativitasnya.
  • Bagaimana teknis produk tersebut agar mudah dipahami dan tertarik oleh si anak.
  • Bagaimana menarik minat si anak agar produk tersebut menjadi pilihannya dan tidak membahayakan, aman untuk si anak dalam bermain kreativitas jari tangan.

I.V. Tujuan

Untuk mengembangkan pola pikir daya tarik anak untuk lebih mengexplorasikan kreativitas anak agar ide-ide dan kreativitas mereka terwujud, maka dari itu saya mengangkat judul INOVASI YANG MENDUKUNG KREATIVITAS ANAK MELALUI PRODUK TREK FINGERBOARD PORTABLE, dengan menerapkan strategi 4P pada anak, Strategi 4P yaitu Pribadi, Pendorong, Proses, dan Produk yang menurut para ahli dapat membantu mengembangkan kreatifitas anak jika diterapkan secara benar.

Konsep desain bangku kursi sekolah SD didepok timur jawa barat

I.I. Latar Belakang Masalah

Pembaharuan sistem pendidikan nasional memerlukan perubahan berbagai komponen untuk memenuhi tuntutan proses pendidikan yang efektif dan efisien. Dalam hal ini, sarana pendidikan merupakan salah satu komponen penting dalam perbaikan sistem pendidikan nasional. Pentingnya sarana dalam peningkatan kualitas pendidikan tersebut, banyak ditunjukkan oleh beberapa penelitian seperti studi “Suryadi (1993)”, “Fuller (1987)” menemukan bahwa alat dan sarana belajar memiliki efek positif terhadap prestasi belajar, semakin baik alat dan sarana pengajaran, semakin tinggi pula prestasi belajar murid. Secara lebih spesifik, studi yang dilakukan oleh “Indra (1989)”, menunjukkan bahwa perabot memiliki peranan yang erat kaitannya dengan perkembangan fisik, psikoemosional, dan sosial anak. Berdasar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), tujuan pendidikan dasar adalah memberikan bekal kemampuan dasar ‘Baca-Tulis-Hitung’, pengetahuan dan ketrampilan dasar yang bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembanganya, serta mempersiapkan mereka untuk mengikuti pendidikan di SLTP. KTSP merupakan penyempurnaan kurikulum 2004, di antaranya mengalihkan beban materi ajar ke arah penguasaan konsep dan menekankan proses belajar yang berorientasi student-centered dengan pola belajar siswa aktif atau active learning.

Pola belajar siswa aktif menuntut ancangan ruang kelas terbuka, yang memiliki mobilitas dan fleksibilitas sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Di samping itu, kelas hendaknya menjadi tempat yang menyenangkan dan merangsang siswa untuk belajar, Berdasar pengamatan pola pembelajaran yang ada di SD saat ini masih cenderung berorientasi teacher-centered, dengan ancangan ruang kelas tradisional yang kurang memberikan kesempatan kepada anak untuk terlibat secara aktif. Perkembangan fisik anak usia sekolah (5-12 tahun) sangat pesat. Bangku dan kursi sekolah di desain untuk pemakai, artinya apabila fisik anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan bertambahnya usia, tentu ukuran bangku dan kursinya harus menyesuaikan. Namun, dalam kenyataan bangku dan kursi sekolah dasar dari kelas I sampai dengan kelas VI cenderung memiliki ukuran yang sama. Kondisi ini, akan berakibat terganggunya pertumbuhan fisik anak, dan mengurangi daya konsentrasi selama pembelajaran berlangsung, yang diakibatkan ketidaknyamanan selama duduk.

I.II. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, kajian ini mencoba menjelaskan secara menyeluruh konsep pemikiran yang mendasari perancangan bangku dan kursi sekolah dasar khususnya di depok, jawa barat  dan merumuskan alternatif konsep perancangan bangku dan kursi sekolah dasar yang ideal.

I.III. Batasan Masalah

Perkembangan fisik anak usia sekolah 5-12 tahun sangat pesat, bangku dan kursi didesain untuk si pemakai, dengan merumuskan konsep perancangan bangku dan kursi sekolah dasar yang ideal.

I.IV. Rumusan  Masalah

  • Bangku dan kursi seperti apa yang bisa  berinteraksi secara langsung dengan si pemakai
  • Konsep bangku dan kursi  sekolah dasar seperti apa yang ideal.
  • Bagaimana caranya merumuskan konsep perancangan bangku dan kursi yang sesuai denga ciri image anak sekolah dasar.

I.V. Tujuan

Untuk memenuhi tuntutan proses pendidikan yang efektif dan efisien. Dalam hal ini, sarana pendidikan merupakan salah satu komponen penting dalam perbaikan sistem pendidikan nasional. Pentingnya sarana dalam peningkatan kualitas pendidikan tersebut,

serta sebagai alat dan sarana belajar memiliki efek positif terhadap prestasi belajar, semakin baik alat dan sarana pengajaran, semakin tinggi pula prestasi belajar murid. Maka dari itu saya mengangkat judul KONSEP DESAIN BANGKU KURSI SEKOLAH DASAR DI DEPOK, JAWA BARAT INDONESIA sesuai dengan ), tujuan pendidikan dasar adalah memberikan bekal kemampuan dasar ‘Baca-Tulis-Hitung’, pengetahuan dan ketrampilan dasar yang bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembanganya.

Dasar Pemikiran Projek Konsep desain bangku kursi yang saya angkat menjadi tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

penilitian analisis  ini baru berdasarkan baru pada 2 sekolah didepok  timur jawa barat, dimana ada perbandingan antara sekolah swasta dengan sekolah negri, dimana perbandingannya adalah pada bentuk dan material bangku bangku tersebut, sekolah negri bentuk bangkunya masih konvensional/tradisional dan bahan materialnya sendiri masih terbuat dari kayu pada umumnya, dan untuk sekolah swasta yang termasuk sekolah swasta favorit dan juga berkelas, bentuk bangkunya berbeda beda, yang artinya mulai dari kelas satu sampai kelas enam masing-masing beda bentuknya, dan pada umunya 1 bangku untuk 1 orang, dan materialnya adalah campuran yaitu terdapat material besi untuk sebuah konstruksinya dan material plastik untuk struktur permukaannya.

ANALISIS DESAIN BANGKU DAN KURSI SEKOLAH DASAR DI DEPOK TIMUR JAWA BARAT

Hasil analisis secara empirik di lapangan menunjukkan temuan, bahwa perancangan bangku dan kursi sekolah dasar di Depok Timur  sangat dipengaruhi oleh tiga persoalan mendasar pendidikan yaitu

1) Pembelajaran yang cenderung berpola ‘teachercentered’.

2) Besarnya jumlah siswa per kelas yaitu 38 siswa per kelas.

3) Terbatasnya kemampuan finansial sekolah.

Ketiga persoalan tersebut berdampak terhadap konsep desain bangku dan kursi yang cenderung konvensional dengan pola ancangan kelas tradisional. Secara umum konsep desain bangku dan kursi sekolah dasar masih cenderung konvensional. Sekolah dasar swasta dan sekolah yang maju rata-rata memiliki konsep desain bangku dan kursi lebih baik (jelas) dibanding sekolah dasar negeri dan sekolah yang kurang maju.

Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam proses perancangan desain bangku dan kursi sekolah dasar, antara lain berkaitan dengan lingkungan alam dan sosial budaya, estetis, ekonomi, fungsi maupun teknik. Secara signifikan faktor-faktor tersebut berpengaruh terhadap unsur visual (fisik) bangku dan kursi, dilihat dari aspek material, konstruksi, ukuran, bentuk, warna, dan dekorasi.

Material bangku dan kursi yang dipakai berupa kayu, multiplek dan besi. Dari jenis material tersebut, kayu merupakan pilihan material yang paling banyak dipakai dengan pertimbangan keawetan, kualitas, dan perawatan. Pilihan konstruksi bangku dan kursi secara umum relatif sesuai dengan jenis material yang digunakan, kekuatan produk dan keamanan untuk anak. Konstruksi yang digunakan terdiri dari tiga jenis yaitu:

1)    konstruksi untuk material kayu.

2)    konstruksi untuk material besi, dan

3)    konstruksi untuk material campuran (kayu, multiplek, atau besi).

Jenis konstruksi yang banyak digunakan adalah konstruksi untuk material kayu. Ukuran bangku dan kursi sekolah dasar belum memiliki pola standar sesuai anthropometri anak. Bila dibandingkan dengan standart Design Standart for Children Environment (DSCE), ukuran bangku SD yang meliputi dimensi tinggi, dan lebar, menunjukan hasil sebagai berikut:

ukuran bangku lebih tinggi 14,7 cm,  lebar bangku kurang lebar 5,2 Cm.

Sementara ukuran kursi SD yang meliputi dimensi panjang, lebar, dan tinggi, menunjukkan hasil sebagai berikut:

panjang kursi lebih panjang 24,2 Cm, lebar kursi kurang lebar 4,3 Cm, dan  tinggi kursi kurang tinggi 10,7 Cm.

Desain bangku sekolah dasar memiliki empat bentuk dasar, yaitu persegi panjang, persegi empat, setengah lingkaran, dan trapesium. Bentuk bangku yang paling banyak berupa persegi panjang. Desain kursi memiliki dua bentuk dasar, yaitu persegi panjang dan persegi empat. Desain bangku dan kursi sekolah dasar di Depok Timur, Jawa Barat,  memiliki tiga teknik pewarnaan yaitu politur, cat, dan melamik (lapisan plastik).

Dari tiga jenis tersebut, warna netral paling banyak digunakan oleh sekolah. Temuan penelitian juga menunjukan bahwa tingkat kemajuan sekolah berpengaruh cukup siqnifikan terhadap konsep desain bangku dan kursi. Semakin maju sekolah konsep desain bangku dan kursinya rata-rata lebih baik dibandingkan sekolah yang kurang maju. Sementara letak geografis sekolah tidak berpengaruh terhadap konsep desain bangku dan kursi sekolahnya.

Status dan tingkat kemajuan sekolah menunjukkan pengaruh terhadap variasi ukuran bangku dan kursi pada tiap tingkatan (kelas I–VI). Sekolah swasta dan sekolah yang maju memiliki ukuran bangku dan kursi yang relatif lebih bervariasi. Status sekolah menunjukkan pengaruh terhadap variasi bentuk bangku dan kursi. Sekolah negeri memiliki bentuk bangku yang cenderung persegi panjang, sedangkan sekolah swasta memiliki bentuk bangku yang lebih variatif, antara lain: persegi panjang, persegi empat, trapesium dan setengah lingkaran. Kursi di sekolah negeri memiliki kecenderungan berbentuk persegi panjang (1 kursi untuk 2 anak), sedangkan kursi di sekolah swasta rata-rata berbentuk persegi empat (1 kursi untuk 1 anak). Tingkat kemajuan sekolah tidak menunjukkan pengaruh terhadap bentuk bangku sekolahnya, artinya sekolah yang maju atau kurang maju bangkunya memiliki bentuk tertentu, tetapi menunjukkan pengaruh terhadap bentuk kursi. Sekolah yang maju cenderung memiliki bentuk kursi persegi empat (1 kursi untuk 1 anak), sedangkan sekolah yang kurang maju cenderung memiliki bentuk kursi persegi panjang (1 kursi untuk 2 anak).

ALTERNATIF KONSEP DESAIN BANGKU DAN KURSI SEKOLAH DASAR

Berdasar analisis permasalahan, dalam perancangan desain bangku dan kursi sekolah dasar perlu mempertimbangkan tiga aspek, yaitu:

1)  Pembelajaran active dan enjoyfull-learning.

2) Ergonomi terutama aspek anthropometri anak; dan

3)  Psikologi anak.

Berdasar pertimbangan ketiga aspek tersebut dapat dirumuskan konsep desain bangku dan kursi sekolah dasar, idelanya menggunakan konsep portable, dan combination. Kedua konsep tersebut secara visual dapat dituangkan kedalam konsep material, bentuk, ukuran, dan warna, sebagai berikut:

1)    Konsep material idealnya harus memenuhi persyaratan, antara lain: kuat dan tahan lama, tidak terlalu berat, mudah didapat di pasaran, menyesuaikan dengan keadaan setempat, dan tidak mengganggu keamanan anak. Material sedapat mungkin menyesuaikan atau merepresentasikan karakter anak yang cenderung aktif, kreatif, polos, riang, dan karakter lembaga sekolah yaitu formal, jujur, dll.

2)    Konsep bentuk sebaiknya menggunakan prinsip modular dan portable, sehingga mudah ditata sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Untuk bangku pada kelas awal (I, II dan III), konsep bentuk juga harus mempertimbangkan aspek ‘fungsi media’. Pemilihan konstruksi menyesuaikan jenis material, mempertimbangkan kekuatan, mudah dikerjakan secara massal, dan aman bagi murid.

3)    Konsep ukuran harus memperhatikan dimensi fisik (anthropometri) dan karakteristik tubuh anak sekolah dasar (usia 5-12 tahun), baik dalam keadaan diam dan dalam posisi yang dibakukan (anthropometri statis).

4)    Konsep warna sebaiknya disesuaikan dengan psikologi persepsi anak. Untuk kelas awal (I, II, dan III) bisa menggunakan warna-warna primer, atau perpaduan dengan warna natural (material). Pilihan warna juga harus merepresentasikan karakter dunia anak dan pendidikan di sekolah.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data empirik sesuai kerangka teoretik yang telah di tetapkan dalam pembahasan sebelumnya, dapat dirumuskan kesimpulan sebagai berikut:

1)    Desain memiliki peran yang penting dalam membantu memecahkan persoalan pendidikan terutama untuk efektifitas tercapainya tujuan. Untuk itu, idealnya konsep desain perabot harus dikembangkan berdasar persoalan mendasar pendidikan.

2)    Bangku dan kursi sebagai salah satu komponen pendidikan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pencapain tujuan pembelajaran. Dengan demikian, konsep perancangan bangku dan kursi juga harus berorientasi kepada pola pembelajaran yang digunakan disekolah. Sehingga seluruh keputusan desain mengarah kepada pemecahan masalah pembelajaran.

3)    Paradigma baru pembelajaran lebih berorientasi ‘student-centered’ yang bercirikan kepada cara belajar siswa aktif atau ‘active learning’. Cara belajar siswa aktif menuntut pola ancangan ruang kelas terbuka, yang memiliki mobilitas dan fleksibilitas sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Idealnya, konsep perancangan desain bangku dan kursi, harus menterjemahkan konsep tersebut kedalam unsur-unsur visual (fisik) bangku dan kursi.

Berdasar kesimpulan di atas dapat dirumuskan rekomendasi sebagai berikut:

1)    Dalam upaya meningkatkan efektifitas pembelajaran, perlu dilakukan perubahan paradigma pembelajaran dari pola teacher-centered ke arah pembelajaran yang berbasis student-centered.

2)    Pembelajaran yang berbasis student-centered mempersyaratkan ancangan ruang kelas yang bersifat terbuka, memiliki mobilitas dan fleksibilitas, dan memberikan suasana fun.

Untuk itu, idealnya konsep perancangan bangku dan kursi sekolah dasar harus memenuhi prinsip portable, dan modular. Ketiga, alternatif konsep perancangan desain bangku dan kursi sekolah dasar yang ideal harus memperhatikan aspek-aspek berikut: material cukup kuat, tahan lama, aman, tidak terlalu berat, mudah didapat lingkungan setempat, dan sesuai karakter anak serta lembaga pendidikan, yaitu aktif, kreatif, polos, riang, jujur dan formal, bentuk menggunakan prinsip modular dan portable sehingga mudah diatur sesuai kebutuhan dan mempertimbangkan fungsi media, konstruksi sesuai dengan material, kuat, mudah diproduksi massal, dan aman bagi anak, ukuran didasarkan pada anthropometri dan fungsi tubuh anak, warna disesuaikan dengan psikologi persepsi, dan karakter anak.