aldylo

Just another WordPress.com site

Inovasi yang mendukung kreativitas anak melalui produk trek fingerboard portable

I.I. Latar Belakang Masalah

Kreatifitas merupakan kerja yang menghasilkan karya yang bersifat baru, bermanfaat, dan dapat dimengerti. Baru berarti inovatif, belum pernah ada sebelumnya, unik, menarik dan mengejutkan. Bermanfaat berarti berdayaguna, praktis, mempermudah, memperlancar, dan memecahkan masalah. Dapat dimengerti berarti dapat dipelajari dan dibuat ulang dengan hasil yang sama.

Orang kreatif memiliki tujuh ciri watak utama, yaitu:

1.    Berpikir dari segala arah; kemampuan bermain dengan berbagai ide, gagasan             dari segala arah kemudian mengkaitkan ke suatu masalah yang akan dipecahkan.

2.    Berpikir ke segala arah; kemampuan berpikir dari satu ide, gagasan, menyebar ke segala arah.

3.    Fleksibilitas konsep; mampu secara spontan mengganti cara pandang atau cara kerja yang mandek.

4.    Orisinlitas; kemampuan melahirkan ide, gagasan, konsep, yang tidak lazim meski tidak selalu benar.

5.    Lebih memilih kompleksitas ketimbang simplisitas; lebih memilih kerumitan ketimbang kemudahan, lebih memilih tantangan daripada kemanan.

6.    Latar belakang keluarga yang mendukung kreatifitas; lingkungan keluarga yang menjadi contoh dalam bidang seni, menulis, penelitian dan pengembangan ilmu.

7.    Kecakapan dalam banyak hal; mempunyai banyak minat dan kecakapan dalam berbagai hal.

Ciri-ciri yang memungkinkan orang menjadi kretaifitas adalah:

1.    Berpikiran mandiri,

2.    Pantang menyerah,

3.    Mampu berkomunikasi dengan baik,

4.    Lebih tertarik pada konsep ketimbang hal kecil-kecil,

5.    Dorongan keinginan tahu yang besar,

6.    Memiliki rasa humor dan fantasi,

7.    Tidak segera menolak hal baru, dan

8.    Arah hidup yang mantap.

Lingkungan keluarga yang dapat mendukung kreatifitas anak adalah keluarga yang memiliki ciri-ciri berikut:

1.    Orang tua menghargai anak sebagai pribadi; anak diperlakukan sebagai pribadi yang penting dan anggota keluarga yang sejajar. Pendapat anak didengarkan dan ditanggapi, perasaannya diberi ruang dan diterima secara wajar.

2.    Orang tua menaruh perhatian terhadap pengembangan bakat anak.

3.    Orang tua menjadi teladan, memberi contoh yang baik.

4.     Mempunyai patokan etis yang jelas dalam keluarga. Nilai-nilai yang ditanamkan kejujuran, penghargaan pada mutu, keinginan tahu, dan ambisi yang sehat.

5.    Orang tua tidak khawatir tentang anak-anak.

6.    Keluarga sering pindah kota.

Bagaimana membina kreatifitas ana-anak? berikut caranya:

1.    Biarkan anak mengetahui pandangan dan sikap orang tua tentang hidup. Kemudian

2.    anak-anak anak melenggkapinya dengan pandangan orang lain dalam kontak

sosialnya.

3.    Berikan hadiah yang merangsang, menyenangkan dan mengembangkan hobbinya.

4.    Bawa anak-anak mengunjungi kenalan-kenalan yang berprestasi. Biarkan anak berbicara, berdiskusi dengan mereka.

5.    Biarkan anak-anak keluar rumah pergi berpetualang dengan teman-temannya.

6.    Dorong anak-anak menemukan cara lain mengerajakan sesutau yang sudah biasa.

7.    Latih anak bersikap positif. Jika menemukan hal baru, ajak anak untuk menemukan segi negatif, segi positif, dan segi-segi yang menarik dari hal tersebut.

Perkembangan anak dan kreatifitas anak sangat tergantung dari lingkungan tempat dimana si anak hidup atau disebut juga Keluarga! ternyata Orang Tua memegang peranana yang sangat besar dalam perkembangan dan kreatifitas anak. Kebanyakan anak membawa sikap dan sifat yang mereka pelajari dari lingkungan, secara spesifik, orangtuanya. Sayangnya, menurut literatur yang disebutkan oleh situs MSN, sebanyak 61 persen orangtua bergantung pada sekolah, televisi, dan permainan komputer untuk perkembangan kreatif anak-anaknya. Padahal, menurut presenter acara seni anak SMart, dari stasiun CBBC, Kirsten O’Brien, “Peran orangtua sangat penting untuk mendukung proses berpikir kreatif dan imajinatif anak-anaknya. Kita perlu membantu para orangtua untuk bisa bermain dan menginspirasi energi kreatif anak. Anak-anak pun akan selalu mengingat pengalaman berbagi mainan dengan orangtuanya itu.”

Paul Geraghty, pengarang cerita anak The Hunter and Dinosaur in Danger mengatakan, “Kreativitas adalah bagian penting dalam perkembangan setiap anak. Sama seperti matematika dan bahasa, kreativitas perlu latihan dan dukungan. Kreativitas membawa kepuasan seumur hidup jika didorong sejak dini dan dilatih sepanjang masa kanak-kanak.”

Dengan menerapkan strategi 4P pada anak ? Strategi 4P yaitu Pribadi, Pendorong, Proses, dan Produk yang menurut para ahli dapat membantu mengembangkan kreatifitas anak jika diterapkan secara benar. Pada dasarnya setiap anak memiliki kreativitas, hanya saja  tidak semua anak bisa mengembangkan kreatifitasnya dengan benar. Untuk itu diperlukan peran orang tua  dalam mengembangkan kreatifitas tersebut. Melalui strategi 4P ini diharapkan dapat membantu orang tua dalam mengembangkan kreativitas anaknya.

Pribadi
Hal pertama yang harus orang tua ketahui dalam upaya mengembangkan kreatifitas anak adalah dengan memahami pribadi mereka, yang bisa anda lakukan:

  • Memahami bahwa setiap anak memiliki pribadi berbeda, baik dari bakat, minat, maupun keinginan.
  • Menghargai keunikan kreativitas yang dimiliki anak, dan bukan mengharapkan hal-hal yang sama antara satu anak dengan anak lainnya, karena setiap anak adalah pribadi yang “unik”, dan kreatifitas juga merupakan sesuatu yang unik.
  • Jangan membanding-bandingkan anak karena tiap anak memiliki minat, bakat, kelebihan serta ketebatasannya masing-masing. Pahamilah kekurangan anak dan kembangkanlah bakat dan kelebihan yang dimilikinya.

Pendorong
Dorongan dan motivasi bagi anda sangat berguna bagi anak dalam mengembangkan motivasi instrinsik mereka, dengan begitu mereka akan sendirinya berkreasi tanpa merasa dipaksa dan dituntut ini itu dari anda, yang bisa anda lakukan:

  • Berilah fasilitas dan sarana bagi mereka untuk berkreasi, misalnya melalui mainan-mainan yang bisa merangsang daya kreativitas anak misalnya balok-balok susun, lego, mainan alat dapur dan sebagainya. Hindari memberikan mainan yang tinggal pencet tombol atau mainan langsung jadi.
  • Ciptakan lingkungan keluarga yang mendukung kreatifitas anak dengan memberikan susana aman dan nyaman.
  • Hindari membatasai ruang gerak anak didalam rumah karena takut ada barang-barang yang pecah atau rusak, karena cara ini justru bisa memasung kreativitas mereka, alangkah lebih baik jika anda mau mengalah dengan menyimpan dahulu barang-barang yang mudah pecah ketempat yang aman, atau anda bisa meyediakan tempat khusus bermain anak, dimana anak bebas berkreasi.
  • Disiplin tetap diperlukan agar ide-ide kreatif mereka bisa terwujud.

Proses
Proses berkreasi merupakan bagian paling penting dalam pengembangan kreativitas dimana anak anda akan merasa mampu dan senang bersibuk diri secara kreatif dengan aktifitas yang dilakukannya, baik melukis, menyusun balok, merangkai bunga dan sebagainya, yang bisa anda lakukan:

  • Hargailah kreasinya tanpa perlu berlebihan, karena secara intuisif anak akan tahu mana pujian yang tulus dan yang mana yang hanya akan basa-basi.
  • Hindari memberi komentar negatif saat anak berkreasi, apalagi disertai dengan perintah ini itu terhadap karya yang sedang dibuatnya, karena hal ini justru dapat menyurutkan semangatnya berkreasi.
  • Peliharalah harga diri anak dengan mengungkapkan terlebih dahulu komentar anda secara positif, misalnya “bunda senang adek bisa membuat menara seperti itu, lain kali adek buat yang lebih tinggi dan tidak mudah ambruk ya.” Dengan demikian anak akan merasa dirinya mampu dan dihargai lingkungannya.

Produk
Pada tahap ini anak sudah bisa menghasilkan produk kreatif mereka, yang bisa anda lakukan:

  • Hargailah hasil kreatifitas mereka meski hasilnya agak kurang memuaskan.
  • Pajanglah karya anak anda di kamar mereka atau tempat-tempat lain yang memungkinkan. Dengan demikian, anak akan merasa bangga karena karyanya dihargai.

Dimulai dengan menerapkannya pada anak anda sendiri, diharapkan strategi 4P bisa membantu mengembangkan kreativitas anak Indonesia agar anak Indonesia menjadi anak kreatif yang mampu menciptakan karya anak bangsa yang membanggakan dan berguna bagi masa depan mereka kelak.

I.II. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas maka dapat diidentifikasikan permasalahannya adalah Perkembangan anak dan kreatifitas anak sangat  tergantung dari lingkungan tempat dimana si anak hidup atau disebut juga Keluarga, agar si anak dapat mampu berinteraksi secara langsung dengan lingkungan dan mendorong rasa keinginan tahu yang sangat besar.

I.III. Batasan Masalah

Produk ini diperuntukan untuk kalangan anak muda berusia 5 – 11 tahun, dimana produk berupa tas portable trek fingerboard ini adalah produk yang mendukung hobi anak untuk berkreativitas dalam menyusun berbagai macam bentuk trek yang anak sukai, dengan produk tersebut si anak akan berkembang dalam minat dan bakat.

I.IV. Rumusan  Masalah

  • produk seperti apa yang bisa  berinteraksi secara langsung dengan bakat si anak dalam mengembangkan kreativitasnya.
  • Bagaimana teknis produk tersebut agar mudah dipahami dan tertarik oleh si anak.
  • Bagaimana menarik minat si anak agar produk tersebut menjadi pilihannya dan tidak membahayakan, aman untuk si anak dalam bermain kreativitas jari tangan.

I.V. Tujuan

Untuk mengembangkan pola pikir daya tarik anak untuk lebih mengexplorasikan kreativitas anak agar ide-ide dan kreativitas mereka terwujud, maka dari itu saya mengangkat judul INOVASI YANG MENDUKUNG KREATIVITAS ANAK MELALUI PRODUK TREK FINGERBOARD PORTABLE, dengan menerapkan strategi 4P pada anak, Strategi 4P yaitu Pribadi, Pendorong, Proses, dan Produk yang menurut para ahli dapat membantu mengembangkan kreatifitas anak jika diterapkan secara benar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: