aldylo

Just another WordPress.com site

METODE PENELITIAN

Metode Pendekatan

Pengambilan data akan dilakukan baik secara kuantitatif. Data kuantitatif melalui teknik pendekatan secara langsung dengan anak dengan memberikan kusioner yang dibutuhkan untuk menggeneralisir kecenderungan perilaku user secara representatif. Sementara detil-detil kegiatan yang nantinya berkaitan dengan hal-hal teknis penggunaan produk dan studi antropometri, akan dilakukan melalui teknik observasi.  Analisis yang akan dilakukan adalah analisis deskriptif, berupa tabel frekuensi. Analisis ini juga akan digunakan untuk mengetahui tingkatan atribut yang paling berperan dalam pengambilan keputusan untuk memilih desain perabot (bangku/meja) untuk Anak Sekolah Dasar. Berikut ini adalah skema yang bertujuan untuk menjelaskan tentang metodelogi desain yang akan digunakan dalam proyek perancangan, mulai dari awal hingga terjadinya konsep dan Final Desain:

Metode

Keterangan

Output

Ide awal

Menjelaskan pendahuluan

mengenai awal/latarbelakang

dari proyek perancangan ini.

          – Latar belakang

– Permasalahan

– Tujuan

– Manfaat

Studi dan Analisa

Menjelaskan mengenai studi

dan analisa yang dibutuhkan

dalam proyek perancangan

ini.

            – Kebutuhan desain

Analisa eksisting

Analisa perbandingan desain

yang sudah ada terhadap

desain baru yang akan

dirancang.

    Pengembangan desain.

Analisa aktifitas

Menjelaskan mengenai

aktfitas apa saja yang

dilakukan anak.

Kebutuhan user terhadap desain

Analisa pasar

Untuk mengetahui target

pemasaran dari perancangan ini.

  Targeting, segmentasi,

positioning.

Analisa Lingkungan dan

regulasi

Untuk mengetahui regulasi-regulasi yang berhubungan dengan produk sehingga bisa menjadi acuan dalam perancangan ini.

Kebutuhan desain yang

sesuai dengan ketetapan/regulasi yang sudah ada.

Analisa konfigurasi

Untuk mengetahui tata letak

yang tepat pada produk

tersebut.

Kebutuhan tata

letak/penempatan yang sesuai dengan kebutuhan.

Analisa dimensi

Untuk mengetahui ukuran

yang sesuai berdasarkan

anthropometri tubuh user.

Kebutuhan desain yang

ergonomis

Analisa trend style

Untuk mengetahui trend style

yang berkembang.

Kebutuhan bentuk dan warna berdasarkan image

pengguna/user.

Studi dan analisa 2

Pengembangan dari studi dan analisa 1

– Analisa estetika

– Analisa teknis

– Analisa proses

produksi dan material

– Analisa biaya/

Alternatif desain

Pilihan-pilihan desain setelah

dianalisa

– Sketsa

– 3D

Evaluasi

Evaluasi terhadap alternatif

desain

Desain terpilih

Final desain

Desain yang terpilih setelah di evaluasi

– Gambar teknik

– Model operasional

– Gambar presentasi

Pembahasan

Analisa Eksisting

Produk yang sudah ada di pasar sebelumnya yang nantinya bisa menjadi acuan terhadap pengembangan desain baru.Dimana nantinya produk dapat bersaing dipasarnya.

No

Produk

Material

Kekurangan

Kelebihan

1.

kayu

Explorasi bentuk masih sederhana

Material dan konstruksinya kuat, tahan terhadap sinar UV dan dalam perawatannya.

2.

Kayu dan besi

Bentuk terlalu sederhana dan tidak sesuai dengan ciri image anak secara visual.

Material dan konstruksinya kuat, tahan terhadap sinar UV dan dalam perawatannya.

3.

Fiberglass

Explorasi bentuk masih sederhana dan pemilihan warna tidak sesuai dengan karakter anak.

Material dan konstruksinya kuat

4.

Plastik

Material kurang kuat

Sesuai dengan

image anak.

ringan,mudah

dipindahkan

oleh anak.

5.

kayu

Explorasi bentuk masih sederhana dan berat tidak sesuai dengan karakter anak.

Material dan konstruksinya kuat, tahan terhadap sinar UV dan dalam perawatannya.

6.

kayu

Explorasi bentuk masih sederhana dan masih terdapat susut

Material kuat sesuai dengan image anak mudah dipindahkan dan warna sesuai dengan karakter anak.

7.

Plastik

Material kurang kuat

sesuai dengan image anak, aman, ringan mudah dipindahkan dan warna sesuai dengan karakter anak.

 

Berdasarkan gambar diatas maka dapat disimpulkan :

1. Image sesuai dengan karakter anak, pemilihan warna yang sesuai dengan

psikologi anak.

2. Produk harus berfungsi dengan baik sesuai dengan kebutuhan anak.

3. Pemilihan material yang ringan dan kuat.

 

 

 

Analisa Material

A. Kayu

Kayu memiliki berbagai kelebihan dibanding dengan material lain seperti besi, plastik atau rotan. Kelebihan pada sifat mekanis salah satunya adalah ketahanan kayu terhadap tekanan dan lenturan. Dari segi estetika kayu memiliki tekstur yang baik dan indah karena berbagai macam jenisnya. Dan dari segi sifat fisik kayu memiliki berat jenis yang cukup ringan sehingga bisa mengapung dan sifat resonansinya.
jenis kayu yang dipilih adalah jenis kayu jati.

Sumber : http://www.tentangkayu.com

Kayu MDF ( Medium Density Fibreboard )

MDF terbuat dari serbuk kayu halus dan bahan kimia resin yang direkatkan dan dipadatkan dengan suhu dan tekanan yang tinggi. Kayu yang dipakai biasanya diambil dari kayu sisa perkebunan ataupun bamboo. Ini membuat MDF lebih ramah lingkungan. Bentuknya berupa papan atau lembaran yan siap dipotong sesuai dengan kebutuhan. Versi yang lebih padat dan lebih kuat dikenal dengan HDF (High Density Fibreboard).

MDF sangat fleksibel sehingga mudah dibentuk. Ukuran dan kekuatannyapun  konsisten.  Namun karena memakai bahan kimia resin, MDF lebih berat dari Plywood dan particle board. Di pasaran MDF memiliki jenis finishing yang sangat berfariasi dari cat kayu, venner, PVC, HPL ataupun paper laminate. Warna dan motifnya pun dapat dibuat sangat beragam.

Furniture yang memakai bahan MDF biasa dipakai untuk furniture praktis yang diproduksi masal oleh pabrik. Sistem knock down digunakan hampir di semua industry furniture dengan menggunakan dowel (batang kayu atau plastic kecil) atau connecting bolt yang membuat produk dapat dibongkar pasang dengan mudah.

B. Fiberglass

 

Desain kebebasan : Tinggi tingkat fleksibilitas desain. Praktis menggunakan fiberglass yang hampir tak terbatas, hanya dibatasi oleh imajinasi Anda. Fiberglass membuka jalan baru bagi desainer kreatif. sifat fisik yang unik memungkinkan untuk mudah dicetak dan diproduksi untuk memenuhi hampir semua spesifikasi. Karena ada beberapa kendala pada ukuran, bentuk, warna atau selesai, styling dan penampilan bisa didahulukan biaya produksi.

Keterjangkauan : Ini kebebasan desain dan kemudahan untuk bekerja membuat fiberglass alternatif ekonomis untuk pembuatan komponen atau produk akhir dalam jumlah apapun.

 

Multifungsi : Kekuatan ringan dari fiberglass selalu membuatnya menjadi pilihan populer untuk manufaktur;. Fiberglass yang berbeda menawarkan berbagai keuntungan dalam berbagai produk penurunan berat dan pemeliharaan membuatnya menarik pada proyek-proyek arsitektur. dan banyak lagi industri Lebih banyak menemukan manfaat dari fleksibilitas.

Kekuatan dan ketahanan : kekuatan tinggi untuk perbandingan berat dan kekuatan lentur tinggi. Fiberglass merupakan bahan ringan menarik yang membangun kekuatan ke hampir semua produk jadi atau komponen. untuk fiberglass dapat lebih kuat dari baja dan lembaran logam. Sangat ekstrem tahan terhadap lingkungan. Fiberglass dibangun untuk terakhir. fiberglass yang diperkuat produk plastik memberikan kinerja yang lebih baik daripada plain plastik yang diperkuat unit-non.

Penampilan :  bagian fiberglass yang dilapisi gel dalam cetakan mereka dengan pilihan datar, semi-gloss atau tinggi gloss warna menghilangkan kebutuhan untuk lukisan. Dalam lingkungan yang sangat korosif gel-jas jauh lebih tahan lama daripada cat kebanyakan. produk fiberglass dapat dibuat dalam berbagai tekstur selesai, dan warna. Fiberglass adalah non-korosif dan memiliki harapan hidup lagi banyak jika dibandingkan dengan berbagai bahan bangunan. Dalam lingkungan yang sangat korosif fiberglass adalah pilihan yang lebih disukai daripada logam, kayu, atau plastik. Sebuah pilihan populer di mana paparan lingkungan yang keras adalah kekhawatiran, fiberglass memberikan ketahanan terhadap sinar ultra kekerasan, suhu ekstrim, udara garam, dan berbagai bahan kimia termasuk asam paling. Karena fiberglass secara kimiawi inert dan tahan korosi, ia menawarkan alternatif ekonomis untuk stainless steel.

Sound mematikan : Fiberglass memberikan sifat akustik unggul bila dibandingkan dengan plastik atau logam. Berbagai jenis bahan mematikan suara dapat dilaminasi antara lapisan kekuatan tinggi matte fiberglass untuk mencapai tingkat yang lebih disukai mematikan suara. Stabilitas Fiberglass pameran paling sedikit ekspansi dan/ atau kontraksi bila dibandingkan dengan plastik, kayu, atau logam. bagian fiberglass memiliki kestabilan dimensi yang sangat baik dan akan terus terbentuk di bawah berat mekanik dan tekanan lingkungan.

Pemiliharaan rendah : bagian fiberglass memerlukan sedikit pemeliharaan sangat tidak ada karat.

Sumber : http://www.trojanproducts.co.uk/aboutus/grp/simple.htm

 

C. Plastik.

Plastik memiliki kekuatan ajaib, rancangan struktural, dan fitur daur ulang yang sangat baik. Terdapat plastik yang dapat didaur ulang dan tak dapat didaur ulang. Kepingan atau limbah plastik dapat diproses ulang menjadi produk yang berguna seperti tas, peralatan makan microwave, kursi, meja, dekorasi, furniture, peralatan kesehatan, dan beberapa macam objek. Plastik terbuat dari polymer yang mengandung:

  1. Polyethylene terephthalate (PET) digunakan untuk wadah minuman seperti botol air, minuman ringan, dan kuah bumbu salad, sama halnya dengan industri pakaian.
  2. High-density polyethylene (HDPE) digunakan dengan kontak dengan makanan seperti botol susu, jus, dan larutan organik. HDPE juga dapat digunakan untuk tas sampah.
  3. Polyvinyl chloride (PVC) digunakan di rumah untuk pembuatan linoleum lantai, puncak mobil vinyl, jas hujan, gorden kamar mandi, dan pipa air.
  4. Low-density polyethylene (LDPE) digunakan untuk pengemasan seperti foil, nampan, tas makanan beku dan atau tas plastic, botol perasan untuk makanan dan bukan makanan. LDPE dapat digunakan juga sebagai lapisan pelindung kertas, tekstil, dan plastik lainnya.
  5. Polypropylene (PP) digunakan untuk peralatan makan microwave, tabung margarine, dan piring dan gelas sekali pakai. PP dapat digunakan juga untuk tali, dan karpet.
  6. Polystyrene (PS) atau styrofoam digunakan untuk karton telur, piring dan peralatan makan sekali pakai, dan pengiriman aman untuk produk rapuh. PS dapat digunakan juga untuk bahan pengemasan untuk mempertahankan panas atau dinginnya makanan.

Jenis material yang digunakan untuk furniture adalah PVC ( polivinil klorida ) adalah termoplastik polimer . PVC banyak digunakan dalam konstruksi karena murah, tahan lama.

 

Sumber: ezinearticles.com

 

 

Berdasarkan data data material yang didapat maka disimpulkan :

Jenis material yang digunakan adalah pemilihan material yang kuat dan ringan adalah Fiberglass karena berdasarkan :

  1. Tinggi tingkat fleksibilitas desain.
  2. sifat fisik yang unik memungkinkan untuk mudah dicetak dan diproduksi untuk memenuhi hampir semua spesifikasi
  3. Kekuatan ringan dari fiberglass selalu membuatnya menjadi pilihan populer untuk manufaktur.
  4. kekuatan tinggi untuk perbandingan berat dan kekuatan lentur tinggi. Fiberglass merupakan bahan ringan menarik yang membangun kekuatan ke hampir semua produk jadi atau komponen.
  5. Sangat ekstrem tahan terhadap lingkungan, dan fiberglass memberikan ketahanan terhadap sinar ultra kekerasan, suhu ekstrim, dan udara garam.
  6. fiberglass memiliki kestabilan dimensi yang sangat baik.
  7. Mudah dalam perawatannya.

Analisa pasar

Target utama pada perancangan ini dibagi menjadi 2 kriteria, yaitu konsumen langsung dan konsumen tidak langsung. Berikut ini adalah skema target utama yang

terdiri dari konsumen langsung dan tidak langsung.

  1. Konsumen tidak langsung, Lembaga pendidikan Sekolah Dasar bertindak sebagai konsumen tidak langsung dikarenakan lembaga pendidikan Sekolah Dasar adalah bertindak sebagai buyer bukan bertindak sebagai user.
  2. Konsumen langsung, Siswa Anak Sekolah Dasar  bertindak sebagai konsumen langsung dikarenakan siswa Anak Sekolah Dasar merupakan user dari produk tersebut.

Analisa Lingkungan Dan Regulasi

 

  1. 1.    Zoning tipe 1

Zoning tipe 1 ruang sirkulasi ada di tengah, dan center of point nya pada papan.Dalam tipe zoning 1 ini terdapat jarak pribadi, jarak sosial dan jarak publik. Keuntungan lain dari tipe zoning ini adalah guru lebih mudah mengawasi tiap anak.

  1. 2.    Zoning tipe 2

Zoning tipe2 ruang sirkulasi berada dipinggir, sehingga guru agak sulit untuk

mengawasi murid yang duduk jauh dari derah sirkulasi. Jarak yang terdapat dalam tipe zoning ini adalah jarak pribadi, jarak sosial dan jarak publik. Selain itu masuk dan keluarnya murid dari bangku agak sulit.

  1. 3.    Zoning tipe 3

Zoning tipe 3 adalah pembagian zoning yang tidak jelas lagi ruang sirkulasi nya. jarak yang terdapat dalam tipe zoning ini adalah jarak pribadi, jarak sosial dan jarak publik. Pemusatan konsentrasi pada anak sulit dilakukan, karena arah center of point tidak jelas. Pola ini juga menyulitkan anak untuk masuk dan keluar dari bangkunya.

Kesimpulan yang diambil berdasarkan zoning adalah karena zoning tipe 1 dianggap paling efektif dibanding tipe-tipe zoning yang lain.

Analisa Metode Pembelajaran Dan Aplikasinya Terhadap Produk

No

Ruang lingkup pembelajaran yang dicapai

Aplikasi terhadap produk

Output

1.

Aspek konigtif

Terdapat visual seperti bentuk angka, huruf, geometri

Anak belajar mengerti dan bisa membedakan dari bentuk-bentuk yang sudah diterapkan.

2.

Aspek afektif

Penempatan visual terletak di setiap furniture meja bangku dan lemari

Anak diajarkan untuk memecahkan masalah dengan cara mencari pasangan terhadap visual yang sudah ditempatkan pada produk.

3.

Aspek psikomotorik

Produk yang multifungsi bertujuan untuk menunjang berbagai macam kegiatan yang menstimulasi motorik kasar dan halus.

Produk yang multifungsi dapat dikonfigurasikan maupun dikombinasikan mampu menunjang aktivitas anak ketika sedang aktivitas bermain aktif.

Kesimpulannya adalah ketiga aspek pembelajaran yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotorik dapat diaplikasikan pada produk sehingga nantinya melalui furniture sudah dapat memfasilitasi anak secara fungsional tanpa harus menggunakan alat yang berbeda untuk menunjang setiap aspeknya, karena dari tiga aspek ini  mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar, karena sebagian besar aktivitas dalam belajar selalu berhubungan dengan masalah mengingat dan berfikir.

Analisa Aktivitas

No

Aktivitas menggunakan perabot ( bangku/ meja)

permasalahan

Kebutuhan

keterangan

1.

Membuat berbagai bentuk dengan menggunakan karton, kertas minyak

Anak lupa membersihkan karena sisa-sisa kertas berhamburan

Menggunakan wadah/sarana untuk menyimpan dan membersihkannya.

2.

Menggambar, mewarnai, menulis

Meja tidak jarang kena coretan, Alat tulis berhamburan dan sering terjatuh

Menggunakan bahan yangmudah dibersihkan, menggunakan sarana/wadah untuk tempat penyimpanan

Adanya wadah/sarana memudahkan anak untuk menyimpan alat tulis anak.

3.

Menyimpan barang

( tas, buku, mainan, bekal )

Barang sering berantakan dan tidak tertata dengan rapih, Anak sering tertukar tempat menyimpan sehingga tidak jarang berebutan tempat.

Dibutuhkan sarana/wadah untuk menyimpan barang barang dengan volume yang sesuai,

Setiap sekolah harus memiliki sarana seperti lemari untuk menyimpan barang bawaan dan peralatan lainnya.

4.

Menempel kertas dengan pola

Meja cepat kotor terkena lem, media/sarana sering berhamburan.

Meja yang mudah dibersihkan, wadah/sarana untuk menyimpan media.

Aktivitas ini sangat rawan dengan kotor, anak sering usil  membersihkan sisa lem di perabot.

5.

Kegiatan praktik non alat peraga yang dilakukan didalam kelas

 ( bernyanyi, membuat sajak dengan ekspresi, dan aktivitas yang dilakukan tanpa menggunakan meja,kursi).

Tidak semua sekolah memiliki banyak ruang sehingga kegiatan lebih dimaksimalkan didalam kelas, Pada saat memindahkan meja tidak tahu untuk menaruhnya, dan Berisik saat memindahkan meja.

Disediakan tempat khusus untuk menyimpan meja dan kursi, Perabot yang mudah dipindahkan / bisa dialih fungsikan menjadi sarana yang menunjang.

Tingkatan golongan anak sekolah dasar berbeda-beda sehingga fasilitas seperti ruang menjadi variatif/ berbeda-beda.

 

Kesimpulan berdasarkan analisa aktivitas adalah dibutuhkannya suatu sarana/wadah untuk menunjang segala aktivitas anak didalam kelas, dan juga perabot (bangku/meja) yang bisa dialih fungsikan menjadi sarana yang menunjang.

Dimana fungsi bangku tersebut antara lain:

  1. Untuk menyimpan buku, tas, mainan, dan alat tulis anak.

Dimana untuk membangun melatih kedisiplinan anak untuk lebih teratur dalam menstimulasi motorik kasar dan halus untuk lebih peka terhadap lingkungan yang rapih dan bersih.

  1. Untuk tingkatan kenyamanan dalam proses belajar

Hal ini menunjukkan, bahwa dalam menjalani aktivitas hariannya, anak-anak sama seperti kita orang dewasa, mereka juga membutuhkan kursi dan meja yang baik dan nyaman.  Pepatah ergonomi perkantoran bilang, karyawan yang nyaman, adalah karyawan yang produktif, hal ini sebetulnya juga berlaku bagi anak, yaitu menjadi, anak yang nyaman, adalah anak yang produkif.

  1. Untuk menyelaraskan ruang

dimana produk ini dapat disusun dengan mudah dan ringan dipindahkan sesuai dengan karakrater anak.

  1. Untuk menyeimbangkan psikologis anak pada produk.

Dimana untuk mengedapankan pertumbuhan perkembangan fisik anak, karena menterjemahkan antara keseimbangan produk dan fisik anak adalah menentukan proses belajar dikelas.

Analisa Dimensi

Sumber : google

Sumber: http://www.schoolfurniture.uk.com

Tinggi dudukan kursi dan sandaran kursi telah dicoba distandarkan menurut usia anak, atau menurut panjang betis anak (dari alas tumit hingga lipatan sendi dengkul).

Kenyamanan kursi bagi anak, misalnya, tidak dapat dipenuhi hanya dari empuk tidaknya dudukan kursi, atau melengkung tidaknya sandaran kursi.  Kenyamanan kursi bagi anak, utamanya dibentuk oleh

  1. luas dudukan kursi,
  2. tinggi dudukan kursi, dan
  3. tinggi sandaran kursi.

Ke tiga faktor ini perlu berada dalam dimensi rata-rata yang tepat untuk mendukung ukuran tubuh anak.  Setelah ketiga faktor ini, faktor lain yang dapat dipertimbangkan adalah kontur dan keempukan dudukan dan sandaran, serta bobot dan mobilitas kursi. Dudukan kursi yang luasnya terlalu kecil atau malah terlalu besar, atau terlalu tinggi (sehingga kaki menggantung) bukanlah kursi yang ideal bagi kegiatan belajar anak. demikian halnya dengan meja anak/siswa, meja yang tidak sesuai (terlalu tinggi/rendah) akan menyulitkan aktivitas anak dan membentuk postur tubuh yang salah.

Adapun ukuran dimensi berdasarkan data-data dokumentasi saya, yang saya dapat di sekolah dasar islam Al fauzien, kira-kira dengan ukuran sebagai berikut :

  1. Meja berukuran : panjang 34 cm, lebar 35-40 cm, tinggi 40-45 cm.
  2. Kursi berukuran : panjang 32-35 cm lebar 30-40 cm, tinggi  33- 35 cm.

Analisa Konfigurasi

Merupakan untuk mengetahui tata letak yang tepat pada produk tersebut, dimana terlebih dahulu dengan mengetahui  perkembangan kognitif pada anak, karena faktor kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar, karena sebagian besar aktivitas dalam belajar selalu berhubungan dengan masalah mengingat dan berfikir. Dimana Anak membangun skema berdasarkan eksperimen yang dilakukannya. Saat anak menemukan benda atau peristiwa baru, anak berupaya untuk memahaminya berdasarkan skema yang telah dimilikinya. Piaget (tokoh psikologi kognitif)  menyebut hal itu sebagai proses asimilasi. Piaget melukiskan urutan perkembangan kognitif ke dalam empat tahap yang berbeda secara kualitatif yaitu :

(1) tahap sensorimotorik (lahir – 2 tahun),

(2) tahap praoperasional (2 – 7 tahun),

(3) tahap operasional konkrit (7 -11 Tahun) dan

(4) tahap operasional formal ( 11 – 16 tahun )

 

Dan juga memperhatikan aspek ruang gerak dalam kelas, berapa luas bangunan perkelas, dimana hal ini berdampak pada tata letak bangku dan meja, menurut data dari kemdiknas untuk ukuran kelas adalah 8×8 m2. Misalkan untuk jumlah rasio anak perkelas adalah 25, maka dapat digambarkan sebagai berikut :

Kesimpulan yang didapat adalah jumlah rasio anak dan ruang gerak dalam kelas akan mempengaruhi psikologis anak dalam berkembang proses pembelajaran dan dalam melaksanakan proses pembelajaran, guru sebaiknya mempunyai kepedulian untuk menciptakan situasi belajar yang menyenangkan atau kondusif bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif. Hal-hal yang dapat dilakukan guru diantaranya adalah :

  • Mengembangkan iklim kelas yang bebas dari ketegangan (misalnya guru tidak bersikap judes dan marah-marah).
  • Memperlakukan anak sebagai individu yang mempunyai harga diri (misalnya tidak menganaktirikan atau menganakemaskan salah satu anak tertentu, tidak mencemooh anak, dan menghargai pendapat anak)
  • Memberikan nilai secara objektif
  • Menghargai hasil karya anak

Kesimpulan secara keseluruhan :

Berdasarkan  hasil analisis data empirik sesuai kerangka teoretik yang telah di tetapkan dalampembahasan sebelumnya, dapat dirumuskan simpulan sebagai berikut:

  1. Desain memiliki peran yang penting dalam membantu memecahkan persoalan pendidikan terutama untuk efektifitas tercapainya tujuan. Untuk itu, idealnya konsep desain perabot harus dikembangkan berdasar persoalan mendasar pendidikan.
  2. Bangku dan kursi sebagai salah satu komponen pendidikan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pencapain tujuan pembelajaran. Dengan demikian, konsep perancangan bangku, kursi  juga harus berorientasi kepada pola pembelajaran yang digunakan disekolah. Sehingga seluruh keputusan desain mengarah kepada pemecahan masalah pembelajaran.

Berdasarkan kesimpulan di atas maka dapat dirumuskan rekomendasi sebagai berikut:

alternative konsep perancangan desain bangku dan kursi sekolah dasar yang ideal harus memperhatikan aspek-aspek berikut:

  1. material cukup kuat,
  2. tahan lama, aman,
  3. tidak terlalu berat,
  4. mudah didapat lingkungan setempat,
  5. dan sesuai karakter anak serta lembaga pendidikan, yaitu aktif, kreatif, polos, riang, jujur dan formal.

bentuk menggunakan prinsip modular dan portable sehingga mudah diatur sesuai kebutuhan dan mempertimbangkan fungsi media, konstruksi sesuai dengan material, kuat, mudah diproduksi massal, dan aman bagi anak, ukuran didasarkan pada anthropometri dan fungsi tubuh anak, warna disesuaikan dengan psikologi persepsi, dan karakter anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: