aldylo

Just another WordPress.com site

BAB 1

BAB I
PENDAHULUAN

 

1.1 . Latar Belakang       

 

Dalam mengembangkan segala sumber daya yang ada di bumi ini, maka manusia memerlukan suatu pendidikan agar tercipta suatu sumber daya manusia yang berkualitas sehingga dapat mengelola alam ini dengan bijak. Pendidikan itu sendiri merupakan kebutuhan yang mendasar yang harus dimiliki oleh manusia, karena tanpa pendidikan manusia tidak akan bisa meningkatkan taraf hidupnya. Dengan pendidikan mengembangkan dirinya. Masalah pendidikan sesungguhnya telah banyak dibicarakan oleh para ahli pendidikan. Mereka menyadari bahwa masalah pendidikan adalah masalah yang sangat penting bagi manusia, karena pendidikan tersebut menyangkut kelangsungan hidup manusia. Manusia tidak cukup tumbuh dan berkembang dengan instingnya saja, melainkan bimbingan dan arahan dari luar dirinya (pendidikan) agar ia menjadi manusia yang sempurna. Jadi pendidikan memang perlu bagi manusia dan hanya manusialah yang memerlukan pendidikan. Dengan kata lain pendidikan dilakukan oleh manusia dan berguna untuk manusia itu sendiri.

Dimana berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan atau KTSP, tujuan pendidikan dasar adalah memberikan bekal kemampuan dasar ‘Baca-Tulis-Hitung’, pengetahuan dan keterampilan dasar yang bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembanganya, serta mempersiapkan mereka untuk mengikuti pendidikan ke jenjang selanjutnya. Dimana Kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan penyempurnaan kurikulum 2004, di antaranya mengalihkan beban materi ajar ke arah penguasaan konsep dan menekankan proses belajar yang berorientasi student-centered dengan pola belajar siswa aktif atau active learning. Pola belajar siswa aktif menuntut ancangan ruang kelas terbuka, yang memiliki mobilitas dan fleksibilitas sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Di samping itu, kelas hendaknya menjadi tempat yang menyenangkan dan merangsang siswa untuk belajar, Berdasarkan pengamatan pola pembelajaran yang ada di SD saat ini masih cenderung berorientasi teacher-centered, dengan rancangan ruang kelas tradisional yang kurang memberikan kesempatan kepada anak untuk terlibat secara aktif. dimana Perkembangan fisik anak usia sekolah (5-12 tahun) adalah sangat pesat.

Dalam pendidikan di sekolah, prestasi belajar adalah hal yang sangat menentukan bagi berhasil atau tidaknya siswa dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Prestasi merupakan bukti keberhasilan usaha yang dapat dicapai. Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkahlaku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. Prestasi belajar dapat diartikan sebagai suatu hasil usaha yang telah dicapai dari latihan atau pengalaman yang ditunjukkan dengan nilai tes berdasarkan evaluasi. Prestasi menjadi tolak ukur apakah siswa tersebut dikatakan berhasil maupun tidak berhasil. Siswa dapat dikatakan berhasil jika mempunyai prestasi belajar yang bagus, sedangkan siswa yang dikatakan kurang berhasil adalah siswa yang mempunyai prestasi yang kurang bagus. Pengukuran prestasi belajar biasanya diukur dalam bentuk nilai dari setiap mata pelajaran, sehingga siswa harus menunjukkan prestasi yang memuaskan pada setiap mata pelajaran.

Dengan kata lain Belajar adalah perubahan internal seseorang dalam pembentukan sesuatu yang baru atau potensi untuk merespon sesuatu yang baru. Seorang siswa dapat dikatakan telah belajar, jika kondisi internal dan proses kognisi siswa telah berinteraksi dengan stimulus dari lingkungan belajar, dan diakhir kegiatan pembelajaran siswa tersebut terjadi perubahan tingkah laku. Salah satu komponen lingkungan belajar yang diamati dalam penelitian ini adalah peerancangan kursi siswa untuk mencapai tingkat kenyamanan,efisiensi dan efektifitas. Dimana Lingkungan belajar adalah tempat dimana proses belajar mengajar berlangsung. hal ini meliputi keadaan dan kondisinya, pengaturan tempat duduk, bentuk kursi, berbagai macam perlengkapan yang tersedia serta kaya atau miskinnya rangsangan yang tersedia. Dalam proses belajar mengajar, sebagian besar aktivitas belajar siswa dilaksanakan dengan duduk. Dalam arti duduk, mendengarkan dan menulis. Sehingga kenyamanan dan efektifitas gerak siswa tidak bisa dikesampingkan begitu saja, karena rancangan kursi yang baik dan menunjang kenyamanan dan efefktifitas gerak siswa,yang pada akhirnya merupakan salah satu mendukung keberhasilan proses belajar siswa.

Karena pembelajaran yang efektif merupakan kegiatan yang hendak dicapai oleh para pendidik. Persoalan yang muncul adalah bagaimana mencapai tujuan ini sehingga diperoleh hasil yang optimal bagi perkembangnan anak. Untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menciptakan dan mengelola kelas yang menyenangkan bagi anak untuk melakukan berbagai aktivitas pembelajaran.

Dimana dalam profil anak usia sekolah dasar disebutkan bahwa setiap anak didik sekolah dasar memerlukan kesempatan untuk mengembangkan diri dengan ditunjang berbagai fasilitas sarana dan prasarana seperti perabot kelas yang tidak hanya tersedia secara lengkap tetapi harus juga berfungsi secara maksimal. Ukuran perabot (bangku/meja) yang sesuai anthropometri anak, bentuk dan warna yang aman dan komunikatif akan membuat anak merasa nyaman menggunakannya sehingga mereka lebih termotifasi dalam belajar di kelas dan membuat anak tidak malas¹. Hal ini dapat membantu mereka dalam membentuk kebiasaan yang baik dalam pengembangan dasar dan pembentukan karakter, sehingga mereka bisa memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri ². Ciri-ciri kelas yang kondusif akan mempengaruhi perancangan desain furniture anak usia sekolah dasar sehingga dapat memenuhi aspek desain yaitu anthropometri, bentuk baik visual maupun non visual. Rancangan desain furniture anak usia sekolah dasar diharapkan dapat menunjang segala kebutuhan anak dalam proses kegiatan belajar mengajar sehingga pendekatan pembelajaran untuk perkembangan aspek psikomotorik anak akan terpenuhi.

———————————————————————————————————————————-

1. Program Kegiatan Belajar Anak usia sekolah dasar Landasan, Program dan Pengembangan Kegiatan

Belajar. Jakarta: Depdikbud, 1996

2. Program Kegiatan Belajar Anak usia sekolah  dasar 1994. Garis-Garis Besar Program Kegiatan Belajar.

Jakarta: Depdikbud, 1994.

Dan  karena sekolah dasar di Indonesia sangat banyak,  maka penulis memutuskan untuk hanya mengambil salah satu sekolah  untuk dijadikan tempat penelitian yang berada di Depok, Jawa Barat, dan karena propinsi kota Depok yang sangat luas, maka penelitian Sekolah tersebut berdasarkan cangkupan sekolah dasar yang ada di Depok Timur Jawa Barat diantara lain SDN Baktijaya III dan SDI Al- Fauzien. Pada akhirnya Pembaharuan sistem pendidikan nasional memerlukan

perubahan berbagai komponen untuk memenuhi tuntutan proses pendidikan yang efektif dan efisien. Dalam hal ini, sarana pendidikan merupakan salah satu komponen penting dalam perbaikan sistem pendidikan nasional. Pentingnya sarana dalam peningkatan kualitas pendidikan tersebut. Karena anak-anak  sebagai peserta didik merupakan pribadi-pribadi yang unik, sebagai individu yang dinamis dan berada dalam proses perkembangan mempunyai berbagai macam kebutuhan dan dinamika dalam interaksinya dengan lingkungan sekitar. Pada diri anak senantiasa terjadi adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar. Hal tersebut merupakan aspek-aspek psikologis dalam pendidikan yang bersumber dari dalam diri anak sehingga menuntut adanya pendekatan psikologis untuk memfasilitasi perkembangan anak  tersebut.

   1.2  Identifikasi Masalah

            Berdasarkan latar belakang tersebut, kajian ini mencoba menjelaskan secara menyeluruh konsep pemikiran yang mendasari perancangan bangku kursi sekolah dasar dan merumuskan alternatif konsep perancangan bangku kursi sekolah dasar yang ideal antara lain berdasarkan faktor:

  1. Faktor Perkembangan fisik anak usia sekolah (5-12 tahun) sangat pesat.
  2. Faktor warna yang meliputi psikologi persepsi anak, dan karakter anak.
  3. Faktor material seperti kayu, besi dan campuran, dimana memliki asumsi bahan yang cukup kuat, tahan lama, aman , tidak terlalu berat dan sesuai dengan karakter anak yaitu ( jujur, polos, aktif kreatif, dan riang)
  4. Faktor aspek perancangan yang meliputi pembelajaran active and enjoy learning, psikologi anak, dan ergonomi aspek anthropometri anak.

1.3  Batasan Masalah

Dari sekian banyak masalah yang diuraikan  oleh penulis, maka batasan  masalahnya dapat  dirumuskan berdasarkan kajian diantaranya :

1. ukuran yang meliputi antrhopometri anak.

2. psikologi anak yang meliputi emosi anak dalam aktivitas belajar.

Adapun strategi yang digunakan untuk dijadikan batasan masalah adalah strategi 5W + 1H yaitu rencana – rencana tindakan ( Action Plan ) perbaikan / peningkatan yang harus dilakukan setelah sumber – sumber dan akar penyebab dari masalah teridentifikasi.

Tabel. Penggunaan Metode 5W – 1H Untuk pengembangan rencana tindakan

What

Produk yang akan dibuat adalah bangku atau kursi sekolah dasar sesuai               dengan karakter anak yang ceria, aktif dan kreatif.

Where

Produk ini secara umumnya dapat digunakan didalam gedung sekolah, ataupun bisa juga diterapkan dalam kamar tidur anak.

Who

ditargetkan untuk segmentasi dunia anak, anak sekolah dasar.

 

Why

Produk ini dibuat karena memiliki memiliki image bentuk yang berbeda satu sama lainnya,dan memiliki fungsi ganda, karena produk tersebut dibuat sesuai dengan karakteristik anak.

When

produk ini digunakan didalam lingkup kelas serta mendukung psikologis ruang atau pemanfaatan ruang, dimana produk ini akan hadir di Tahun 2013

How

Produk ini bisa menterjemahkan suatu kebutuhan anak dalam mendukung   prestasi belajar, dimana produk tersebut adalah produk yang dibuat sesuai             dengan karakteristik anak yang aktif dan kreatif.

1.4  Rumusan  Masalah

        ”Bagaimana mendesain furniture yang dapat menstimulasi dalam pendekatan perkembangan aspek psikomotorik, yang memenuhi aspek desain seperti anthropometri, visual maupun visual yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak sehingga terciptanya kenyamanan, yang dapat menarik minat/respon anak dalam hal bentuk maupun fungsi sehingga tercapainya tujuan program kegiatan belajar mengajar dan yang dapat memfasilitasi anak dalam kegiatan belajar mengajar.”

1.5  Tujuan

            Untuk memenuhi tuntutan proses pendidikan yang efektif dan efisien. Dimana pentingnya sarana dalam peningkatan kualitas pendidikan tersebut, dikarenakan sebagai alat dan sarana belajar memiliki efek positif terhadap prestasi belajar, semakin baik alat dan sarana belajar, semakin tinggi pula prestasi belajar murid. Maka dari itu saya mengangkat judul KONSEP DESAIN BANGKU KURSI SEKOLAH DASAR DI DEPOK TIMUR , JAWA BARAT INDONESIA, dimana fungsi bangku tersebut adalah untuk tingkatan kenyamanan dalam proses belajar, menyelaraskan ruang, dimana produk tersebut dapat disusun dengan mudah dan ringan dipindahkan sesuai dengan karakter anak, dan menyeimbangkan psikologis anak pada produk, dimana untuk mengedepankan pertumbuhan perkembangan anak.

Tujuan Penelitian

Adapula tujuan dari penelitian perancangan ini adalah sebagai berikut :

  1. Perancangan ini ditujukan agar masyarakat terutama lembaga pendidikan anak usia sekolah dasar dapat semakin memahami pentingnya fasilitas perabot (bangku/meja) dalam menunjang proses belajar mengajar.
  2. Perancangan ini dilakukan untuk memberikan stimulus kepada anak dalam pendekatan pada aspek perkembangan psikomotorik anak dan melatih pembiasaan anak agar lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya.
  3. Perancangan ini bertujuan untuk menemukan perabot (bangku/meja) yang inovatif yaitu dengan mengembangkan bentuk dan fungsi perabot (bangku/meja) sehingga dapat menunjang proses belajar mengajar.
  4. Perancangan perabot (bangku/meja) ini nantinya akan berhasil menemukan cara yang efektif dalam menunjang proses belajar mengajar bagi anak usia sekolah dasar.

1.6  Sistematika Penulisan

            Untuk memperjelas dan mempermudah penulisan Tugas Akhir ini, digunakan sistematika penulisan yang telah disesuaikan dengan metode pembahasan dan dikelompokan kedalam beberapa bab, dimana masing – masing bab akan dibagi lagi kedalam sub bab. Dengan pembagian bab ini, diharapkan dapat memberikan  penjelasan secara terperinci mengenai penulisan Tugas Akhir ini.  Sistematika penulisan Tugas Akhir ini, adalah sebagai berikut :

BAB I  PENDAHULUAN

Membahas mengenai Latar Balakang masalah,  identifikasi masalah, batasan masalah, tujuan dan sistematika penulisan.

BAB II  DATA GATHERING

Membahas mengenai data – data yang diperoleh agar hasil penelitian      menjadi akurat.

BAB III  PROSEDUR PENELITIAN

berisi tentang metode penelitian yang digunakan, membahas populasi dan sampel penelitian, instrumen-instrumen penelitian, teknik pengumpulan data yang digunakan, teknik analisis data.

BAB IV  PROSES DESAIN DAN FINAL DESAIN

Meliputi proses perancangan, sketsa, alternative desain, sketsa detail, serta berisi ilustrasi – ilustrasi gambar hasil akhir desain berdasarkan penelitian yang dilakukan.

BAB V  KESIMPULAN DAN SARAN

yang berisikan Kesimpulan dan Saran dari penulis dimulai dari proses awal pembuatan sampai pada proses akhir dalam penyelesaian projek desain dan laporan penelitian Tugas Akhir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: