aldylo

Just another WordPress.com site

BAB 2.1

BAB II
DATA GATHERING

2.1    Pengertian Belajar

Belajar adalah proses dari perkembangan hidup manusia. Kemamuan belajar yang dimiliki siswa merupakan bekal yang sangat pokok. Berdasarkan kemampuan itu, siswa dapat berkembang kemampuannya dan terbuka kesempetan luas baginya untuk mengembangkan diri dan mencapai taraf yang tertinggi. Masing-masing siswa pasti mengalami banyak perkembangan diberbagai bidang kehidupan. Perkembangan ini dimungkinkan karena adanya kemauan untuk belajar, yaitu mengalami perubahan-perubahan perkembangan mulai saat lahir sampai mencapai umur tua. Sardiman A. M (2001 : 21) berpendapat bahwa “belajar adalah berubah”. Dalam hal ini yang dimaksud dengan belajar adalah usaha mengubah tingkah laku dimana perubahan tidak hanya berkaitan dengan penanaman ilmu pengetahuan akan tetapi juga berbentuk kecakapan, ktrampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak dan penyesuaian diri. Menurut Slameto (1991 : 78) “secara psikologis belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku seseorang sebagai hasil memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan tersebut akan dinyatakan dalam aspek perubahan tingkah laku”. Menurut Oemar Hamalik (1992 : 95) “belajar mengandung pengertian terjadinya perubahan dari persepsi dan perilaku, termasuk juga perbaikan perilaku. Belajar tidak hanya meliputi mata pelajaran tetapi juga penguasaan, kebiasaan, persepsi, kesenangan, minat, penyesuaian sosial, bermacam-macam keterampilan, dan cita-cita”.

Bimo Walgito (2004 : 167) mengemukakan berbagai hal tentang belajar yaitu sebagai berikut :

  1. Belajar merupakan suatu proses, yang mengakibatkan adanya perubahan perilaku (change in behavior or performance). Ini berarti sehabis belajar individu mengalami perubahan dalam perilakunya. Perilaku dalam arti luas dapat overt behavior atau inert behavior. Karena itu perubahan itu dapat dalam segi kognitif, segi afektif, dan dalam segi psikomotorik.
  2. Perubahan perilaku ini dapat aktual, yaitu yang menampak, tetapi juga dapat bersifat potensial, yang tidak menampak pada saat itu, tetapi akan nampak pada lain kesempatan.
  3. Perubahan yang disebabkan karena belajar itu bersifat relatif permanen, yang berarti perubahan itu akan menetap terus menerus, sehingga pada suatu waktu hal tersebut dapat berubah lagi sebagai akibat belajar.
  4. Perubahan perilaku baik yang actual maupun yang potensial yang merupakan hasil belajar, merupakan perubahan yang melalui pengalaman atau latihan.

Dari berbagai pengertian belajar diatas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Belajar merupakan proses perkembangan hidup manusia. Dengan belajar manusia melakukan perubahan kualitas individu, perkembangan tingkah lakunya merupakan hasil aktifitas yang berbentuk prestasi hidup dari hasil belajar. Jadi, prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh anak dari hasil proses aktifitas kegiatan belajar.

2.1.1  Teori-teori Belajar

Dari beberapa pengertian tentang belajar diatas, dapat dijelaskan bahwa belajar merupakan suatu bentuk perbuatan yang membawa perubahan tingkah laku dari pengalaman dan latihan belajar, sehingga perubahan tersebut didapatkannya kecakapan baru, dan perubahan itu terjadi karena usaha yang disengaja. Aliran psikologi kognitif menganggap bahwa belajar pada dasarnya merupakan peristiwa mental, bukan peristiwa behavioral yang bersifat jasmaniah. Artinya belajar, diperlukan sebuah pendekatan yang dapat memberdayakan siswa. Proses belajar tidak hanya bergantung pada orang lain, akan tetapi tergantung pada individu yang belajar.

Menurut Syaiful Sagala ada beberapa teori tentang belajar diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Teori Disiplin Mental

Teori diplin mental sampai sekarang masih digunakan disekolah – sekolah, untuk pengembangan prestasi dan mutu pendidikan. terori disiplin mental yang dikembangkan oleh Plato dan Aristoteles, bahwa “dalam belajar mental siswa perlu didisplinkan dan juga perlu dilatih.” Pendisiplinan dan pelatihan sangat penting digunakan untuk mencapai tujuan, karena kedisiplinan dan latihan yang diulang – ulang , dapat selalu melekat dalam pikiran siswa tersebut. Dalam belajar diperlukan suatu kedisiplinan, agar siswa dapat terlatih semangat untuk belajar sehingga dapat tercapai tujuan belajarnya.

  •  Teori Behaviorisme

Teori ini berpandangan bahwa tingkah laku manusia tidak lain adalah pengaruh hubungan antara perangsang-jawaban, atau stimulus-respon. Siapa yang dapat merespon adanya stimulus-stimulus yang dapat dikatakan ia adalah orang yang pandai atau dapat dikatakan berhasil dalam belajar. Pembentukan stimulus respon dilakukan melalui pengamatan yang dilangsungkan untuk diolah diotak. Dari uraian tersebut dapat dijelaskan bahwa dalam belajar terdapat suatu stimulus yang meransang dari luar, berupa ilmu pengetahuan. Dengan menggunakan indera siswa tersebut kemudian merespon atau menyerap ilmu pengetahuan yang ada. Semakin banyak pengetahuan yang direspon, diterima, dan ditangkap oleh siswa , maka siswa tersebut semakin banyak pengetahuan dan semakin pandai. Dapat dicontohkan misalnya seorang anak belajar dengan giat, anak tersebut sudah mendapatkan pengetahuan yang banyak. Dengan pengetahuan yang luas atau banyak, sikap siswa pada suatu saat dapat menjawab semua pertanyaan dengan benar. Untuk mengembangkan prestasi belajar siswa dilakukan dengan mengubah perilaku siswa dengan menggunakan stimulus – stimulus yang berulang – ulang dari guru atau pendidik untuk direspon oleh setiap siswa. Dengan adanya stimulus ini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Dari uraian diatas maka dapat diambil kesimpulan, bahwa teori belajar behaviorisme menekankan pada perlunya pemberian stimulus respon agar kegiatan belajar siswa dapat berjalan dengan baik. Kegiatan belajar tersebut terjadi karena adanya rangsangan dari luar, yang berupa pengetahuan yang belum diketahui oleh siswa. Kemudian rangsangan tersebut dipelajari, dan diberikan suatu bentuk pertanyaan dan pemberian nilai yang tinggi    sebagai bentuk respon yang diberikan dari    stimulus yang ada.

  •  Teori Cognitive Gestalt-Filed

Teori ini dekembangkan oleh ahli psikologi kognitif, dan teori ini mempunyai perbedaan dengan teori sebelumnya. Teori ini berpandangan bahwa yang utama pada kehidupan manusia adalah mengetahui (knowling) bukan respon. Teori kognitif ini dikembangkan oleh tokoh psikologi yang bernama Gestalt. Sehingga teori belajar ini disebut dengan teori Gestalt (Gestalt Teory). Teori ini bersifat molar yaitu menekankan keseluruhan yang terpadu, alam kehidupan manusia dan perilaku manusia selalu merupakan suatu keseluruhan, suatu keterpaduan.Teori Gestalt berpendapat bahwa “pengalaman itu berbentuk dan berstruktur dalam suatu keseluruhan”. Menurut teori ini, belajar yang dilakukan oleh siswa dilatarbelakangi oleh suatu rasa keingintahuan dari dalam dirinya, dan terjadi karena respon terlebih dahulu. Dalam hal ini siswa akan belajar denga sendirinya karena ia merasa ingin tahu mengenai suatu hal, dan bukan karena perintah dari guru maupun orang tua. Dengan adanya rasa keingintahuan dari anak akan mendapatkan suatu pengalaman yang dapat selalu diterapkan oleh anak, sehingga pengetahuan yang diterimanya akan selalu diingat setiap saat tanpa harus diberikan suatu respon. Pengalaman adalah sesuatu yang berharga dalam kehidupan manusia, pengalaman dapat membentuk pembelajaran pengalaman yang diperoleh siswa. Maka siswa tersebut akan lebih memahami dan memperdalam pengalaman tersebut. Pada intinya teori ini beranggapan bahwa belajar adalah berusaha mengatasi hambatan – hamabatan dalam mencapai tujuan.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dalam belajar siswa akan menggali pengetahuannya, walaupun pendidik dalam hal      ini guru maupun orang tua juga berpengaruh  dalam kegiatan belajarnya. Pemberian respon yang baik, akan menjadikan siswa dapat belajar dengan baik. Sehingga sebagai akibatnya akan meningkatkan prestasi belajarnya.

2.1.2  Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Proses belajar

Belajar merupakan suatu kegiatan yang berasal dari rasa ingin tahu manusia, dan belajar dapat digunakan manusia untuk dapat memecahkan segala bentuk permasalahan yang dihadapi manusia. Pada setiap kehidupan manusia pasti ada suatu hukum sebab-akibat, dapat kita artikan bahwa dalam setiap tindakan manusia pasti terdapat faktor yang melatarbelakanginya. Begitu juga dalam kegiatan belajar, juga terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses belajar seseorang. Baik faktor yang berasal dari dalam diri dan juga faktor yang berasal dari luar. Faktor-faktor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Law of Effect yaitu hubungan antara stimulus dengan terjadi dan diikuti dengan keadaaan memuaskan, maka hubungan itu diperkuat. Sebaliknya jika hubungan itu diikuti dengan perasaan tidak menyenangkan, maka hubungan itu akan melemah. Jadi hasil belajar akan diperkuat apabila menumbuhkan rasa senang dan puas.
  2. Spread of Effect yaitu reaksi emosional yang mengiringi kepuasan itu tidak terbatas pada sumber utama pemberi kepuasan, tetapi kepuasan mendapat pengetahuan baru.
  3. Law of Exercice hubungan antara rangsangan dan reaksi diperkuat dengan latihan dan penguasaan, sebaliknya hubungan itu akan melemahkan apabila sering diulang dan sering dilatih.
  4. Law of Readiness yaitu bila satuan-satuan dalam syaraf telah siap berkonduksi, dan hubungan itu berlangsung, maka terjadinya hubungan itu akan memuaskan. Dalam hubungan ini tingkah laku baru terjadi apabila yang belajar telah siap belajar.
  5. Law of Primacy yaitu hasil belajar yang diperoleh melalui kesan pertama akan sulit digoyahkan.
  6. Law of intensity yaitu hasil belajar memberi makna yang dalam apabila diupayakan melalui kegiatan yang dinamis.
  7. Law of Recency yaitu bahan yang baru dipelajari, akan mudah diingat.
  8. Fenomena kejenuhan suatu penyebab yang perhatian signifikan dalam pembelajaran. Kejenuhan adalah suatu frustasi fundamental bagi peserta didik maupun pendidik.
  9. Belongingness yaitu keterkaitan bahan yang dipelajari dalam situasi belajar, akan mempermudah perubahan tingkah laku. Hasil belajar yang memberikan kepuasan dalam proses belajar dan latihan yang diterima erat kaitannya dengan kehidupan belajar. Proses belajar yang demikian ini akan meningkatkan prestasi belajar peserta didik.

(Syaiful Sagala, 2009 : 54-55)

Perubahan yang terjadi itu sebagai akibat dari kegiatan belajar yang dilakukan oleh individu. Perubahan adalah hasil yang telah dicapai dari proses belajar. Jadi untuk mendapatkan hasil belajar harus melalui proses tertentu, dipengaruhi oleh faktor dari dalam individu dan luar individu. Noehi Nasution (1993 : 3) dalam Syaiful Bahri Djamarah (2008 : 175) berpandangan bahwa ”Belajar bukanlah suatu aktifitas yang berdiri sendiri. Bahwa terdapat unsur-unsur yang lain yang ikut terlibat didalamnya, yaitu raw input, learnimg teaching process, output, environmental input, dan instrumental input. Unsur- unsur tersebut dapat dijelaskan dalam bagan sebagai berikut :

sumber : Nasution, Noehi. 1993. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Depdikbud Proyek PMGSD.

Syaiful Bahri Djamarah. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta

2.2  Psikologi Anak

Penelitian tentang anak pada mulanya dipusatkan pada bidang spesifik perilaku anak, misalnya bicara, emosi atau minat bermain, dan kegiatan. Nama yang diberikan untuk cabang penelitian psikologi yang baru ini adalah psikologi anak. Psikologi anak menunjukkan perhatian yang dipusatkan pada fenomena psikologis dari usia prasekolah dan usia sekolah anak. Kemudian, diketahui bahwa mempelajari berbagai bidang perilaku anak pada berbagai tahapan usia tidaklah cukup. Hal ini tidak akan menambahkan pemahaman kita mengenai bagaimana pembahasan karakteristik perilaku sejalan dengan pertumbuhan anak dan apa saja yang menyebabkan perubahan itu. Hingga kemudian psikologi anak, berubah dan berkembang menjadi perkembangan anak, hal ini untuk menekankan bahwa pusat perhatian sekarang diarahkan pada pola perkembangan anak dari pada aspek perkembangan tertentu.

Perkembangan anak berbeda dengan psikologi anak karena empat hal, yaitu:

  1. psikologi anak lebih menitikberatkan pada isi atau hasil perkembangan sedangkan perkembangan anak mengenai proses dari hal tersebut. Misalnya, meskipun keduanya mempelajari masalah berbicara, dalam psikologi anak penekanannya lebih pada perbendaharaan kata anak dan apa yan dikatakannya. Sedangkan perkembangan anak penekanannya adalah pada bagaimana seorang anak belajar berbicara, dan kondisi yang menyebabkan variasi dalam pola ini.
  2.  perkembangan anak lebih menekankan peran lingkungan dan pengalaman ketimbang psikologi anak. Tentu saja hal ini tidak berarti bahwa psikologi anak mengabaikan peran lingkungan dan pengalaman, tetapi penekanan hal tersebut lebih kurang dari pada yang dilakukan para ahli psikologi perkembangan.
  3. psikologi anak mempunyai satu tujuan utama yaitu mempelajari bidang perilaku anak yang berbeda, sedangkan perkembangan anak mempunyai enam tujuan yaitu menemukan apa saja karakteristik perubahan usia dalam penampilan, perilaku, minat, dan tujuan dari suatu periode perkembangan ke periode yang lain. Untuk menemukan kapan perubahan ini terjadi. Untuk menemukan dalam kondisi apa saja terjadinya perubahan ini. Untuk menemukan bagaimana perubahan ini mempengaruhi perilaku anak. Untuk menemkan perubahan ini dapat diramalkan atau tidak. Dan yang terakhir untuk menemukan apakah perubahan ini sifatnya individu atau sama bagi semua anak.
  4. sebagai ganti penekanan pada usia prasekolah dan usia sekolah anak anak, yang dilakukan pada penelitian awal dari para psikolog anak, para psikolog perkembangan anak telah memperluas bidang studinya ke dua arah, dari bayi yang baru lahir hingga anak usia puber. Karena laporan penelitian kedokteran telah menekankan pengaruh lingkungan pralahir yang menetap pada seorang anak, perkembangan anak sekarang mundur sampai ke saat konsepsi.

Pergeseran dalam minat dan tujuan ini berarti bahwa dibutuhkan jauh lebih banyak lagi penelitian. Psikologi perkembangan anak merupakan lapangan yang jauh lebih luas dibandingkan dengan psikologi anak, sehingga terjadi perkembangan kajian yang lebih komprehensif dan kompleks dalam hal kajian anak.

Daftar Pustaka Hurlock, B Elizabeth. 1978. Child Development Sixth Edition. McGrawn-Hill.

 

2.3  Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

 

Anak memiliki suatu ciri yang khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Hal ini yang membedakan anak dengan dewasa. Anak bukan dewasa kecil. Anak menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usianya. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian. Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya, misalnya perkembangan sistem neuromuskuler, kemampuan bicara, emosi dan sosialisasi. Kesemua fungsi tersebut berperan penting dalam kehidupan manusia yang utuh.

 

2.3.1 Ciri-ciri dan Prinsip-prinsip Tumbuh Kembang Anak.

 

Proses tumbuh kembang anak mempunyai beberapa ciri-ciri yang saling berkaitan. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut:

  • Perkembangan menimbulkan perubahan, Perkembangan terjadi bersamaan dengan pertumbuhan. Setiap pertumbuhan disertai dengan perubahan fungsi. Misalnya perkembangan intelegensia pada seorang anak akan menyertai pertumbuhan otak dan serabut saraf.
  • Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya, Setiap anak tidak akan bisa melewati satu tahap perkembangan sebelum ia melewati tahapan sebelumnya. Sebagai contoh, seorang anak tidak akan bisa berjalan sebelum ia bisa berdiri. Seorang anak tidak akan bisa berdiri jika pertumbuhan kaki dan bagian tubuh lain yang terkait dengan fungsi berdiri anak terhambat. Karena itu perkembangan awal ini merupakan masa kritis, karena akan menentukan perkembangan selanjutnya.
  • pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda, Sebagaimana pertumbuhan, perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda-beda, baik dalam pertumbuhan fisik maupun perkembangan fungsi organ dan perkembangan pada masing-masing anak. 
  • perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan, Pada saat pertumbuhan berlangsung cepat, perkembangan pun demikian, terjadi peningkatan mental, memori, daya nalar, asosiasi dan lain-lain. Anak, bertambah umur, bertambah berat dan tinggi badannya serta bertambah kepandaiannya. 
  • Perkembangan mempunyai pola yang tetap. Perkembangan fungsi organ tubuh terjadi menurut dua hukum yang tetap,yaitu:
    • Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah kepala, kemudian menuju ke arah    kaudal/anggota tubuh (pola sefalokaudal).
    • Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah proksimal (gerak kasar) lalu berkembang ke bagian distal seperti jari-jari yang mempunyai kemampuan gerak halus (pola proksimodistal).
  • Perkembangan memiliki tahap yang berurutan, Tahap perkembangan seorang anak mengikuti pola yang teratur dan berurutan. Tahap-tahap tersebut tidak bisa terjadi terbalik, misalnya anak terlebih dahulu mampu membuat lingkaran sebelum mampu membuat gambar kotak, anak mampu berdiri sebelum berjalan dan sebagainya.

 Proses tumbuh kembang anak juga mempunyai prinsip-prinsip yang saling berkaitan. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut :

  • Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar, Kematangan merupakan proses intrinsik yang terjadi dengan sendirinya,  sesuai dengan potensi yang ada pada individu. Belajar merupakan    perkembangan yang berasal dari latihan dan usaha. Melalui belajar, anak memperoleh kemampuan menggunakan sumber yang diwariskan dan potensi yang dimiliki anak.
  •  Pola perkembangan dapat diramalkan, Terdapat persamaan pola perkembangan bagi semua anak. Dengan demikian perkembangan seorang anak dapat diramalkan. Perkembangan berlangsung dari tahapan umum ke tahapan spesifik, dan terjadi  berkesinambungan.

2.3.2  Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Tumbuh Kembang Anak.

Pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan normal yang merupakan hasil interaksi banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Adapun faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Faktor dalam (internal) yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak.
  • Ras/etnik atau bangsa, Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika, maka ia tidak memiliki faktor herediter ras/bangsa Indonesia atau sebaliknya.
  • Keluarga,  Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh tinggi, pendek, gemuk atau kurus.
  • Umur. Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa prenatal, tahun    pertama kehidupan dan masa remaja.
  • Jenis kelamin, Fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat daripada laki-laki. Tetapi setelah melewati masa pubertas, pertumbuhan anak laki-laki  akan lebih cepat.
  • Genetik, Genetik (heredokonstitusional) adalah bawaan anak yaitu potensi anak yang akan menjadi ciri khasnya. Ada beberapa kelainan genetik yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak seperti kerdil.
  • Kelainan kromosom, Kelainan kromosom umumnya disertai dengan kegagalan pertumbuhan seperti pada sindroma Down&rsquos dan sindroma Turne dan rsquos.
  • Faktor luar (eksternal).
  • Faktor Prenatal

(a)  Gizi, Nutrisi ibu hamil terutama dalam trimester akhir kehamilan akan mempengaruhi pertumbuhan janin.

(b)   Mekanis,  Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kelainan kongenital seperti  club foot.

(c)  Toksin/zat kimia, Beberapa obat-obatan seperti Aminopterin, Thalidomid dapat menyebabkan kelainan

kongenital seperti palatoskisis.

(d) Endokrin, Diabetes melitus dapat menyebabkan makrosomia, kardiomegali, hiperplasia adrenal.

(e) Radiasi, Paparan radium dan sinar Rontgen dapat mengakibatkan kelainan pada janin    seperti mikrosefali,

spina bifida, retardasi mental dan deformitas anggota   gerak, kelainan kongential mata, kelainan jantung.

(f)  Infeksi, Infeksi pada trimester pertama dan kedua oleh TORCH (Toksoplasma, Rubella, Sitomegalo virus, Herpes

simpleks) dapat menyebabkan kelainan pada janin: katarak, bisu tuli, mikrosefali, retardasi mental dan kelainan

jantung kongenital.

(g) Kelainan imunologi, Eritobaltosis fetalis timbul atas dasar perbedaan golongan darah antara janin dan ibu

sehingga ibu membentuk antibodi terhadap sel darah merah janin,kemudian melalui plasenta masuk dalam

peredaran darah janin dan akan menyebabkan hemolisis yang selanjutnya mengakibatkan hiperbilirubinemia

dan Kern icterus yang akan menyebabkan kerusakan jaringan otak.

(h) Anoksia embrio, Anoksia embrio yang disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta menyebabkan pertumbuhan

terganggu.

(i) Psikologi ibu, Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah/kekerasan mental pada ibu    hamil dan lain-lain.

  • Faktor Persalinan, Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia dapat       menyebabkan kerusakan jaringan otak.
  • Faktor Pascasalin
  • Gizi, Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang adekuat.
  • Penyakit kronis/ kelainan kongenital, Tuberkulosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani.
  • Lingkungan fisis dan kimia, Lingkungan sering disebut melieu adalah tempat anak tersebut hidup yang         berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak (provider). Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya sinar   matahari, paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu (Pb, Mercuri, rokok, dll)     mempunyai dampak yang negatif terhadap pertumbuhan anak.
  • Psikologis, Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa tertekan, akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan   dan perkembangannya.
  • Endokrin, Gangguan hormon, misalnya pada penyakit hipotiroid akan menyebabkan anak mengalami hambatan pertumbuhan.
  • Sosial-ekonomi, Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan, akan menghambat pertumbuhan anak.
  • Lingkungan pengasuhan, Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak.
  • Stimulasi, Perkembangan memerlukan rangsangan/stimulasi khususnya dalam keluarga, misalnya penyediaan alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu    dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak.
  • Obat-obatan, Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat pertumbuhan,demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang terhadap susunan saraf yang menyebabkan terhambatnya produksi hormon pertumbuhan.


2.3.3   Aspek-aspek Perkembangan yang Dipantau

  • Gerak kasar atau motorik kasar adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan
  • dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar seperti duduk, berdiri, dan sebagainya.
  • Gerak halus atau motorik halus adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan yang
  • melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat
  • seperti mengamati sesuatu, menjimpit, menulis, dan sebagainya.
  • Kemampuan bicara dan bahasa adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, berbicara, berkomunikasi, mengikuti perintah dan sebagainya.
  • Sosialisasi dan kemandirian adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri anak (makan sendiri,membereskan mainan selesai bermain), berpisah dengan ibu/pengasuh anak, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya, dan sebagainya.

2.3.4   Periode Tumbuh Kembang Anak

 

Tumbuh-Kembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan yang dimulai sejak konsepsi sampai dewasa.Tumbuh kembang anak terbagi dalam beberapa periode. Berdasarkan beberapa kepustakaan, maka periode tumbuh kembang anak adalah sebagai berikut:

  • Masa prenatal atau masa intra uterin (masa janin dalam kandungan).

Masa ini dibagi menjadi 3 periode, yaitu :

  1. Masa zigot/mudigah, sejak saat konsepsi sampai umur kehamilan 2 minggu.
  2. Masa embrio, sejak umur kehamilan 2 minggu sampai 8/12 minggu, Ovum yang telah dibuahi dengan cepat akan menjadi suatu organisme terjadi diferensiasi yang berlangsung dengan cepat, terbentuk sistem organ dalam tubuh.
  3. Masa janin/fetus, sejak umur kehamilan 9/12 minggu sampai akhir kehamilan.

Masa ini terdiri dari 2 periode yaitu:

  • Masa fetus dini yaitu sejak umur kehamilan 9 minggu sampai trimester ke-2 kehidupan intra uterin. Pada masa ini terjadi percepatan pertumbuhan, pembentukan jasad manusia sempurna. Alat tubuh telah terbentuk serta mulai berfungsi.
  • Masa fetus lanjut yaitu trimester akhir kehamilan. Pada masa ini pertumbuhan berlangsung pesat disertai perkembangan fungsi-fungsi. Terjadi transfer Imunoglobin G (Ig G) dari darah ibu melalui plasenta. Akumulasi asam lemak esensial seri Omega 3 (Docosa Hexanic Acid) dan Omega 6 (Arachidonic Acid) pada otak dan retina.

Periode yang paling penting dalam masa prenatal adalah trimester pertama kehamilan. Pada periode ini pertumbuhan otak janin sangat peka terhadap pengaruh lingkungan janin. Gizi kurang pada ibu hamil, infeksi, merokok dan asap rokok, minuman beralkohol, obat-obat, bahan-bahan toksik, pola asuh, depresi berat, faktor psikologis seperti kekerasan terhadap ibu hamil, dapat menimbulkan pengaruh buruk bagi pertumbuhan janin dan kehamilan. Pada setiap ibu hamil, dianjurkan untuk selalu memperhatikan gerakan janin setelah kehamilan 5 bulan. Agar janin dalam kandungan tumbuh dan berkembang menjadi anak sehat, maka selama masa intra uterin, seorang ibu diharapkan:

  • Menjaga kesehatannya dengan baik.
  • Selalu berada dalam lingkungan yang menyenangkan.
  • Mendapat nutrisi yang sehat untuk janin yang dikandungnya.
  • Memeriksa kesehatannya secara teratur ke sarana kesehatan.
  • Memberi stimulasi dini terhadap janin.
  • Tidak mengalami kekurangan kasih sayang dari suami dan keluarganya.
  • Menghindari stres baik fisik maupun psikis.
  • Tidak bekerja berat yang dapat membahayakan kondisi kehamilannya.

Sumber :  http://www.aqilaputri.rachdian.com

 

3.1  Perkembangan fisik dan perseptual anak Sekolah Dasar

 

3.1.1  Perkembangan Fisik

Anak sekolah dasar umumnya berusia 6-12 tahun. Secara fisik, anak SD memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan kondisi fisik sebelum dan sesudanya.

1. Tinggi dan berat badan

Pertumbuhan fisik anak pada usia SD cenderung lebih lambat dan konsisten bila dibandingkan dengan masa usia dini. Rata-rata anak usia SD mengalami penambahan berat badan sekitar 2,5-3,5 kg, dan penambahan tinggi badan 5-7 cm pertahhun ( F.A Hadis 1996)

2. Proporsi dan bentuk tubuh

Anak SD kelas-kelas awal umumnya memiliki proporsi tubuh yang kurang seimbang. Kekurangseimbangan ini sedikit demi sedikit mulai berkurang sampai terlihat perbedaannya ketika anak mencapai kelas 5 atau 6. Pada kelas akhir lazimnya proporsi tubuh anak sudah mendekati seimbang. Berdasarkan tipologi Sheldon ( Hurlock 1980 ) ada tiga kemungkinan bentuk primer tubuh anak SD yaitu :

  • Endomorph yakni yang tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar.
  • Mesomorph yang kelihatannya kokoh, kuat dan lebih kekar
  • Ectomorph yang tampak jangkung, dada pipih, lemak dan seperti tak berotot

3. Otak

Bila dibandingkan dengan pertumbuhan bagian tubuh lain, pertumbuhan otak dan kepala jauh lebih cepat. Menurut Santrock dan Yussen, sebagian besar pertumbuhan otak terjadi pada usia dini. Menjelang umur lima tahun, ukuran otak anak mencapai 90% dari ukuran otak dewasa. Kematangan otak yang dikombinasikan dengan pengalaman berinteraksi dengan lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognisi anak.

4. Keterampilan motorik

Pada usia sekolah perkembangan motorik anak lebih halus, lebih sempurna dan terokkordinasi dengan baik seiring dengan bertambahnya berat dan kekuatan badan anak. Pada saat berusia sekitar 10-11 tahun, ank lazimnya sudah mampu melakukan berbagai jenis kegiatan olahraga. Dalam keterampilan motorik kasar yang melibatkan aktivitas otot besar, anak laki-laki memiliiki kemampuan yang lebih baik daripada anak perempuan, karena jumlah sel otot anak laki-laki lebih banyak daripada sel otot anak perempuan. Untuk memperhalus ketrampilan motorik mereka, anak-anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang kadang-kadang dalam bentuk permainan yang informal, permainan yang diatur sendiri oleh anak. Anak usia sekolah mengembangkan kemampuan untuk melakukan game dengan peraturan, sebab mereka sudah dapat memahami dan menaati aturan dari suatu permainan. Dalam waktu yang sama anak mengalami peningkatan dalam koordinasi dan pemilihan waktu yang tepat dalam melakukan berbagai aktivitas tersebut.

3.1.2  Perkembangan Perseptual

Aktivitas perceptual pada dasarnya merupakan proses pengenalan individu terhadap lingkungannya. Ada tiga proses aktivitas perceptual yang perlu dipahami yakni:

  • Sensasi adalah peristiwa penerimaan informasi oleh indra penerima.
  • Persepsi adalah interpretasi terhadap informasi yang ditangkap oleh indra penerima.
  • Atensi, mengacu kepada selektifitas persepsi. Dengan attensi kesdran seseorang bisa hanya tertuju pada satu objek dengan mengabaiikan objek lainnya.

Pada usia anak sekolah dasar, seringkali tampak bahwa anak yang mengungguli temannya dalam perkembangan mental biasanya secara fisik juga lebih besar, lebih kuat, lebih matang dari rata-rata. Anak itu biasanya tampil sebagai pemimpin alami. Anak yang secara fisik lebih unggul juga cenderung menujukan keuggulan mental. Anak usia SD memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak-anak yang usianya lebih muda, ia senang bermain, bergerak, senang bekerja dalam kelompok dan senang melakukan sesuatu secara langsung. Oleh sebab itu guru hendaknya mengembangkan pelajaran yang mengandung unsure permainan, mengusahakan siswa berpidah atau bergerak, bekerja atau belajar dalam kelompok serta memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.

Sumber : http://zhuldyn.wordpress.com/perkembangan-peserta-didik/perkembangan-fisik-dan-perseptual-anak-sd/

·         

 

           

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: