aldylo

Just another WordPress.com site

BAB 3.1

3.5.3  Analisa Eksisting / kompetitor

Produk yang sudah ada di pasar sebelumnya yang nantinya bisa menjadi acuan terhadap pengembangan desain baru. Dimana nantinya produk dapat bersaing dipasarnya.

Tabel 1. Data produk dan Material

No

Produk

Material

Kekurangan

Kelebihan

1.

 

kayu

Explorasi bentuk masih sederhana

Material dan konstruksinya kuat, tahan terhadap sinar UV dan dalam perawatannya.

2.

 

Kayu dan besi

Bentuk terlalu sederhana dan tidak sesuai dengan ciri image anak secara visual.

Material dan konstruksinya kuat, tahan terhadap sinar UV dan dalam perawatannya.

3.

 

Fiberglass

Explorasi bentuk masih sederhana dan pemilihan warna tidak sesuai dengan karakter anak.

Material dan konstruksinya kuat

4.

 

Plastik

Material kurang kuat

Sesuai dengan

image anak.

ringan,mudah

dipindahkan

oleh anak.

5.

 

kayu

Explorasi bentuk masih sederhana dan berat tidak sesuai dengan karakter anak.

Material dan konstruksinya kuat, tahan terhadap sinar UV dan dalam perawatannya.

6.

 

kayu

Explorasi bentuk masih sederhana dan masih terdapat susut

Material kuat sesuai dengan image anak mudah dipindahkan dan warna sesuai dengan karakter anak.

7.

 

Plastik

Material kurang kuat

sesuai dengan image anak, aman, ringan mudah dipindahkan dan warna sesuai dengan karakter anak.

Berdasarkan gambar diatas maka dapat disimpulkan : 1. Image sesuai dengan karakter anak, pemilihan warna yang sesuai dengan psikologi anak. 2. Produk harus berfungsi dengan baik sesuai dengan kebutuhan anak. 3. Pemilihan material yang ringan dan kuat.

3.5.4  Analisa Material

3.5.4.1  Kayu

Kayu memiliki berbagai kelebihan dibanding dengan material lain seperti besi, plastik atau rotan. Kelebihan pada sifat mekanis salah satunya adalah ketahanan kayu terhadap tekanan dan lenturan. Dari segi estetika kayu memiliki tekstur yang baik dan indah karena berbagai macam jenisnya. Dan dari segi sifat fisik kayu memiliki berat jenis yang cukup ringan sehingga bisa mengapung dan sifat resonansinya. jenis kayu yang dipilih adalah jenis kayu jati. Sumber : http://www.tentangkayu.com

Kayu MDF ( Medium Density Fibreboard )

MDF terbuat dari serbuk kayu halus dan bahan kimia resin yang direkatkan dan dipadatkan dengan suhu dan tekanan yang tinggi. Kayu yang dipakai biasanya diambil dari kayu sisa perkebunan ataupun bamboo. Ini membuat MDF lebih ramah lingkungan. Bentuknya berupa papan atau lembaran yan siap dipotong sesuai dengan kebutuhan. Versi yang lebih padat dan lebih kuat dikenal dengan HDF (High Density Fibreboard). MDF sangat fleksibel sehingga mudah dibentuk. Ukuran dan kekuatannyapun  konsisten.  Namun karena memakai bahan kimia resin, MDF lebih berat dari Plywood dan particle board. Di pasaran MDF memiliki jenis finishing yang sangat berfariasi dari cat kayu, venner, PVC, HPL ataupun paper laminate. Warna dan motifnya pun dapat dibuat sangat beragam.  Furniture yang memakai bahan MDF biasa dipakai untuk furniture praktis yang diproduksi masal oleh pabrik. Sistem knock down digunakan hampir di semua industry furniture dengan menggunakan dowel (batang kayu atau plastic kecil) atau connecting bolt yang membuat produk dapat dibongkar pasang dengan mudah.

Kelebihan: MDF – seperti yang disebutkan di atas – yang ramah lingkungan material. agak lembut dan setuju dengan penanganan yang paling halus MDF, jadi ini bahan fasad dicintai oleh desainer kontemporer. Diukir lemari dapur, kepala tempat tidur elegan – semua MDF. MDF memiliki semua keuntungan dari kayu, tetapi ada baiknya banyak murah, dan berlangsung lebih lama. Negatif: hanya – nenalazhennoe produksi MDF di Rusia, dan karenanya tingginya harga material. Tapi minus itu, kami bermaksud memberikan pertempuran yang menentukan. Perusahaan Amerika Panel Group membuka produksi MDF di Rusia dalam enam bulan.

3.5.4.2  Fiberglass  

Desain kebebasan : Tinggi tingkat fleksibilitas desain. Praktis menggunakan fiberglass yang hampir tak terbatas, hanya dibatasi oleh imajinasi Anda. Fiberglass membuka jalan baru bagi desainer kreatif. sifat fisik yang unik memungkinkan untuk mudah dicetak dan diproduksi untuk memenuhi hampir semua spesifikasi. Karena ada beberapa kendala pada ukuran, bentuk, warna atau selesai, styling dan penampilan bisa didahulukan biaya produksi.  

Keterjangkauan : Ini kebebasan desain dan kemudahan untuk bekerja membuat fiberglass alternatif ekonomis untuk pembuatan komponen atau produk akhir dalam jumlah apapun.  

Multifungsi : Kekuatan ringan dari fiberglass selalu membuatnya menjadi pilihan populer untuk manufaktur;. Fiberglass yang berbeda menawarkan berbagai keuntungan dalam berbagai produk penurunan berat dan pemeliharaan membuatnya menarik pada proyek-proyek arsitektur. dan banyak lagi industri Lebih banyak menemukan manfaat dari fleksibilitas.   Kekuatan dan ketahanan : kekuatan tinggi untuk perbandingan berat dan kekuatan lentur tinggi. Fiberglass merupakan bahan ringan menarik yang membangun kekuatan ke hampir semua produk jadi atau komponen. untuk fiberglass dapat lebih kuat dari baja dan lembaran logam. Sangat ekstrem tahan terhadap lingkungan. Fiberglass dibangun untuk terakhir. fiberglass yang diperkuat produk plastik memberikan kinerja yang lebih baik daripada plain plastik yang diperkuat unit-non.

Penampilan :  bagian fiberglass yang dilapisi gel dalam cetakan mereka dengan pilihan datar, semi-gloss atau tinggi gloss warna menghilangkan kebutuhan untuk lukisan. Dalam lingkungan yang sangat korosif gel-jas jauh lebih tahan lama daripada cat kebanyakan. produk fiberglass dapat dibuat dalam berbagai tekstur selesai, dan warna. Fiberglass adalah non-korosif dan memiliki harapan hidup lagi banyak jika dibandingkan dengan berbagai bahan bangunan. Dalam lingkungan yang sangat korosif fiberglass adalah pilihan yang lebih disukai daripada logam, kayu, atau plastik. Sebuah pilihan populer di mana paparan lingkungan yang keras adalah kekhawatiran, fiberglass memberikan ketahanan terhadap sinar ultra kekerasan, suhu ekstrim, udara garam, dan berbagai bahan kimia termasuk asam paling. Karena fiberglass secara kimiawi inert dan tahan korosi, ia menawarkan alternatif ekonomis untuk stainless steel.  

Sound mematikan : Fiberglass memberikan sifat akustik unggul bila dibandingkan dengan plastik atau logam. Berbagai jenis bahan mematikan suara dapat dilaminasi antara lapisan kekuatan tinggi matte fiberglass untuk mencapai tingkat yang lebih disukai mematikan suara. Stabilitas Fiberglass pameran paling sedikit ekspansi dan/ atau kontraksi bila dibandingkan dengan plastik, kayu, atau logam. bagian fiberglass memiliki kestabilan dimensi yang sangat baik dan akan terus terbentuk di bawah berat mekanik dan tekanan lingkungan. Pemiliharaan rendah : bagian fiberglass memerlukan sedikit pemeliharaan sangat tidak ada karat.

bahan ini selain memiliki kelebihan juga memiliki kekurangan, bahan yang satu ini cenderung mudah tergores karena permukaan bahan ini cenderung licin dan tipis.

Sumber : http://www.trojanproducts.co.uk/aboutus/grp/simple.htm  

3.5.4.3  Plastik.

Plastik memiliki kekuatan ajaib, rancangan struktural, dan fitur daur ulang yang sangat baik. Terdapat plastik yang dapat didaur ulang dan tak dapat didaur ulang. Kepingan atau limbah plastik dapat diproses ulang menjadi produk yang berguna seperti tas, peralatan makan microwave, kursi, meja, dekorasi, furniture, peralatan kesehatan, dan beberapa macam objek. Plastik terbuat dari polymer yang mengandung:

  1. Polyethylene terephthalate (PET) digunakan untuk wadah minuman seperti botol air, minuman ringan, dan kuah bumbu salad, sama halnya dengan industri pakaian.
  2. High-density polyethylene (HDPE) digunakan dengan kontak dengan makanan seperti botol susu, jus, dan larutan organik. HDPE juga dapat digunakan untuk tas sampah.
  3. Polyvinyl chloride (PVC) digunakan di rumah untuk pembuatan linoleum lantai, puncak mobil vinyl, jas hujan, gorden kamar mandi, dan pipa air.
  4. Low-density polyethylene (LDPE) digunakan untuk pengemasan seperti foil, nampan, tas makanan beku dan atau tas plastic, botol perasan untuk makanan dan bukan makanan. LDPE dapat digunakan juga sebagai lapisan pelindung kertas, tekstil, dan plastik lainnya.
  5. Polypropylene (PP) digunakan untuk peralatan makan microwave, tabung margarine, dan piring dan gelas sekali pakai. PP dapat digunakan juga untuk tali, dan karpet.
  6. Polystyrene (PS) atau styrofoam digunakan untuk karton telur, piring dan peralatan makan sekali pakai, dan pengiriman aman untuk produk rapuh. PS dapat digunakan juga untuk bahan pengemasan untuk mempertahankan panas atau dinginnya makanan.

Jenis material yang digunakan untuk furniture adalah PVC ( polivinil klorida ) adalah termoplastik polimer . PVC banyak digunakan dalam konstruksi karena murah, tahan lama. 

Keunggulan

  • Kuat
  • Ringan
  • Flaksibel
  • Tahan Karat
  • Tidak Mudah Pecah
  • Mudah diberi warna sehingga menambah daya tarik
  • Mudah dibentuk untuk berbagai fungsi
  • Isolator panas/listrik yang baik

Kelemahan

  • Beberapa jenis plastik tidak tahan panas
  • Beberapa jenis plastik membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai secara alami (non-biodegradable)
  • Jika tidak digunakan sesuai fungsinya, bahan-bahan kimia yang terkandung dalam plastik dapat membahayakan kesehatan

Sumber: ezinearticles.com

3.5.4.4  Besi

Adalah logam yang berasal dari biji besi yang diperoleh dari proses pertambangan, besi merupakan logam yang paling sering digunakan kareana kelimpahan besi dikulit bumi cukup besar pengolahannya realif mudah dan besi mempunyai sifat-sifat yang yang menguntungkan dan mudah dimidifikasi dan kelemahan besi ialah korosi dimana korosi ini menimbulkan banyak kerugian karena mengurangi umur pakai berbagai barang yang menggunakan besi atau baja tersebut. Dan cara-cara untuk pencegahan korosi besi ialah :

  • Pengecatan
  • Pelumaran dengan oli atau dengan gemuk
  • Pembalutan dengan plastik
  • Tin plating (pelapisan dengan timah)
  • Galvanisasi ( pelapisan dengan zink )
  • Chromium plating ( pelapisan dengan kromium
  • Sacrificial protection (pengorbanan anoda)

Berdasarkan data data material yang didapat maka disimpulkan : Jenis material yang digunakan adalah pemilihan material yang kuat dan ringan adalah Fiberglass karena berdasarkan :

  1. Tinggi tingkat fleksibilitas desain.
  2. sifat fisik yang unik memungkinkan untuk mudah dicetak dan diproduksi untuk memenuhi hampir semua spesifikasi
  3. Kekuatan ringan dari fiberglass selalu membuatnya menjadi pilihan populer untuk manufaktur.
  4. kekuatan tinggi untuk perbandingan berat dan kekuatan lentur tinggi. Fiberglass merupakan bahan ringan menarik yang membangun kekuatan ke hampir semua produk jadi atau komponen.
  5. Sangat ekstrem tahan terhadap lingkungan, dan fiberglass memberikan ketahanan terhadap sinar ultra kekerasan, suhu ekstrim, dan udara garam.
  6. fiberglass memiliki kestabilan dimensi yang sangat baik.
  7. Mudah dalam perawatannya.

3.5.5   Analisa pasar

Target utama pada perancangan ini dibagi menjadi 2 kriteria, yaitu konsumen langsung dan konsumen tidak langsung. Berikut ini adalah skema target utama yang terdiri dari konsumen langsung dan tidak langsung.

  1. Konsumen tidak langsung, Lembaga pendidikan Sekolah Dasar bertindak sebagai konsumen tidak langsung dikarenakan lembaga pendidikan Sekolah Dasar adalah bertindak sebagai pembeli bukan bertindak sebagai user (pengguna)
  2. Konsumen langsung, Siswa Anak Sekolah Dasar  bertindak sebagai konsumen langsung dikarenakan siswa Anak Sekolah Dasar merupakan user (pengguna) dari produk tersebut.

Kesimpulannya dimana lembaga pendidikan dasar tersebut merupakan pembeli produk tersebut dan bertindak menterjemahkan produk tersebut hingga layak digunakan dan aman sebagai penunjang proses belajar user didalam kelas.

3.5.6  Analisa Metode Pembelajaran Dan Aplikasinya Terhadap Produk

Tabel 2. Data metode pembelajaran dan aplikasi terhadap produk

No

Ruang lingkup pembelajaran yang dicapai

Aplikasi terhadap produk

Output

1.

Aspek konigtif

Terdapat visual seperti bentuk angka, huruf, geometri

Anak belajar mengerti dan bisa membedakan dari bentuk-bentuk yang sudah diterapkan.

2.

Aspek afektif

Penempatan visual terletak di setiap furniture meja bangku dan lemari

Anak diajarkan untuk memecahkan masalah dengan cara mencari pasangan terhadap visual yang sudah ditempatkan pada produk.

3.

Aspek psikomotorik

Produk yang multifungsi bertujuan untuk menunjang berbagai macam kegiatan yang menstimulasi motorik kasar dan halus.

Produk yang multifungsi dapat dikonfigurasikan maupun dikombinasikan mampu menunjang aktivitas anak ketika sedang aktivitas bermain aktif.

Kesimpulannya adalah ketiga aspek pembelajaran yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotorik dapat diaplikasikan pada produk sehingga nantinya melalui furniture sudah dapat memfasilitasi anak secara fungsional tanpa harus menggunakan alat yang berbeda untuk menunjang setiap aspeknya, karena dari tiga aspek ini  mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar, karena sebagian besar aktivitas dalam belajar selalu berhubungan dengan masalah mengingat dan berfikir.

3.5.7  Analisa Dimensi

Gambar 3.8  Posisi duduk anak

(Sumber: Google)

Tinggi dudukan kursi dan sandaran kursi telah dicoba distandarkan menurut usia anak, atau menurut panjang betis anak (dari alas tumit hingga lipatan sendi dengkul). Kenyamanan kursi bagi anak, misalnya, tidak dapat dipenuhi hanya dari empuk tidaknya dudukan kursi, atau melengkung tidaknya sandaran kursi.  Kenyamanan kursi bagi anak, utamanya dibentuk oleh

  1. luas dudukan kursi,
  2. tinggi dudukan kursi, dan
  3. tinggi sandaran kursi.

Ke tiga faktor ini perlu berada dalam dimensi rata-rata yang tepat untuk mendukung ukuran tubuh anak.  Setelah ketiga faktor ini, faktor lain yang dapat dipertimbangkan adalah kontur dan keempukan dudukan dan sandaran, serta bobot dan mobilitas kursi. Dudukan kursi yang luasnya terlalu kecil atau malah terlalu besar, atau terlalu tinggi (sehingga kaki menggantung) bukanlah kursi yang ideal bagi kegiatan belajar anak. demikian halnya dengan meja anak/siswa, meja yang tidak sesuai (terlalu tinggi/rendah) akan menyulitkan aktivitas anak dan membentuk postur tubuh yang salah. Adapun ukuran dimensi berdasarkan data-data dokumentasi saya, yang saya dapat di sekolah dasar islam Al fauzien, kira-kira dengan ukuran kursi modernnya sebagai berikut :

  1. Meja berukuran : panjang 34 cm, lebar 35-40 cm, tinggi 40-45 cm.
  2. Kursi berukuran : panjang 32-35 cm lebar 30-40 cm, tinggi  33- 40 cm.

Gambar 3.9 kursi SDI Al-Fauzien (Sumber: Data Pribadi)

Serta sekolah dasar negeri diantara lain untuk ukuran kursi konvesionalnya yaitu 1. Meja berukuran : Panjang 120 cm, Lebar 35-40 cm, tinggi 80-90 cm 2. Kursi berukuran : Panjang 30-33 cm, Lebar 30-33 cm, tinggi 90-93 cm Tinggi duduk 30-35 cm

Gambar 4 kursi konvensional (Sumber: Google)

3.5.8 Analisa Antrhopometri            

Penelitian dilakukan dengan pengamatan, pengukuran dan pencatatan secara langsung terhadap obyek-obyek yang dibutuhkan dalam penelitian ini, diantaranya data antropometri siswa sekolah dasar dan kursi sekolah dasar. Antropometri merupakan bagian dari ergonomi yang secara khusus mempelajari tubuh, meliputi dimensi linier, berat, isi, ukuran, kecepatan, kekuatan dan aspek lain dari gerakan tubuh. Pengukuran antropometri pada penelitian ini pada posisi siswa sekolah dasar duduk tegap dengan menggunakan satu alat yang diarancang khusus untuk digunakan dalam pengukuran ukuran-ukuran tubuh manusia, dikenal dengan bangku antropometri. Anthropometri ialah persyaratan agar dicapai rancangan yang layak dan berkaitan dengan dimensi tubuh manusia, yang meliputi:

  • Keadaan, frekuensi dan kesulitan dari tugas pekerjaan berkaitan dengan operasional dari peralatan.
  • Sikap badan selama tugas-tugas berlangsung
  • Syarat-syarat untuk kemudahan bergerak yang ditimbulkan oleh tugas-tugas tersebut.
  • Penambahan dalam dimensi-dimensi kritis dari desain yang ditimbulkan akibat kebutuhan untuk mengatasi rintangan, keamanan dan lainnya.

Tabel 3. Data Antropometri dan Tujuan Pengukuran

No

Data Antropometri

Tujuan

1.

Tinggi Bahu Duduk

Digunakan untuk mengetahui tinggi maksimal sandaran yang memberikan dukungan pada daerah lumbar.
2.

Tinggi Siku Duduk

Digunakan untuk menentukan tinggi meja, hendaknya tidak terlalu rendah karena akan mengakibatkan bertambahnya beban pada bahu.
3.

Tinggi Popliteal

Digunakan untuk menentukan tinggi permukaan alas kursi
4.

Lebar bahu

Digunakan untuk menentukan lebar sandaran
5.

Lebar Pinggul

Digunakan untuk menentukan lebar alas kursi
6. Jarak antara pantat popliteal Digunakan untuk menentukan panjang alas duduk
7.

Jarak Siku ke Tangan

Digunakan untuk menentukan panjang meja

          Sebelum membahas lebih jauh mengenai penggunaan data anthropometri ini, maka sering dikenal istilah “The Fallacy of the Average Man or Average Woman” yaitu istilah untuk mengatakan bahwa merupakan suatu kesalahan dalam perancangan suatu tempat kerja ataupun produk jika berdasarkan pada dimensi hipotesis yang menganggap bahwa semua dimensi adalah rata-rata. Walaupun hanya dalam penggunaan satu dimensi saja, seperti misalnya jangkauan ke depan (forward reach), maka penggunaan rata-rata (50 percentil) dalam penyesuaian pemasangan suatu alat kontrol akan menghasilkan 50 % populasi akan tidak mampu menjangkauanya.  Selain dari itu, jika seseorang mempunyai dimensi pada rata-rata populasi, katakanlah tinggi badan, maka belum tentu, bahwa dia berada pada rata-rata populasi untuk dimensi lainnya. Linda Cain Ruth dalam bukunya Design Standards for Children’s Environment (1999) membahas secara lebih spesifik data anthropometri anak usia sekolah (5-12 tahun) sebagai acuan perancangan sarana yang untuk anak-anak. Lebih lanjut Ruth (1999) menjelaskan penggunaan data anthropometri untuk menentukan dimensi standar dalam merancang bangku dan kursi untuk anak-anak usia sekolah dasar (5-12 tahun), Seperti dipaparkan pada tabel 4.

Dan Posisi duduk sangat menentukan kenyaman duduk sesorang. Dilihat dari sudut pandang antropometri posisi duduk yang salah akan mengakibatkan dampak negatif, yang akan berpengaruh buruk pada kenyamanannya. Tinggi permukaan duduk lantai yang terlalu tinggi akan menyebabkan timbulnya hambatan dalam sikulasi darah. Hambatan ini akan sangat berarti pada saat relaksasi mengingat jumlah pembuluh darah yang bekerja pada saat itu jauh lebih sedikit, sehingga hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan. Selain itu permukaan duduk tinggi akan menyebabkan telapak kaki tidak menapak lantai dengan baik, yang mengakibatkan berkurangnya keseimbangan duduk seseorang. Sebaliknya tinggi permukaan duduk dari lantai terlalu rendah akan menyebabkan kaki melonjor ke depan dan cenderung menarik tubuh ke depan. Sehingga dengan keadaan ini akan mengurangi kemampuan kaki untuk memberi kestabilan pada tubuh.  Panjang alas duduk juga faktor penting yang menunjang ketidaknyamanan duduk seseorang. Bila alas duduk terlalu panjang maka permukaan serta sisi depan kursi akan menekan popliteal, hal ini akan menghambat aliran darah ke kaki sehingga timbul iritasi dan ketidaknyamanan. Panjang alas duduk yang terlalu pendek juga tidak baik karena seseorang cenderung merasa akan jatuh ke depan, disebabkan kecilnya daerah pada bagian bawah paha. Dilihat dari struktur penyangga tubuh (pantat), bahwa 75 % bobot tubuh manusia disangga oleh daerah ischialtuberosities seluas 4 inchi persegi. Akibatnya timbul tekanan kompresi yang sangat tinggi pada daerah di bawah pantat yakni  tertekannya pembuluh darah kapiler beserta saraf pada pembuluh tersebut. Tekanan ini menyebabkan kelelahan dan ketidaknyamanan. Dan apabila hal ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama dapat mengakibatkan gangguan peredaran darah.

Tabel 4. Standard Dimensions Of Children’s Built Environments menurut Design Standarts for Children Environments (dalam satuan Cm)

Cormick mengemukakan bahwa dalam perancangan kursi yang ergonomis, perlu diperhatikan beberapa hal dibawah ini, yaitu :

  • Sandaran kursi seharusnya memberikan dukungan pada daerah lumbar
  • Sandaran seharusnya bersudut 100 sampai dengan 30dari daerak vertikal
  • Sudut antara kursi dengan sandaran kursi anatar 950 dan 1200
  • Permukaan kursi tidak boleh lebih tinggi dari ukuran tinggi popliteal
  • Lebar kursi sesuai dengan ukuran tubuh yang besar
  • Tinggi meja tidak boleh lebih rendah atau lebih tinggi dari siku duduk

Sumber : MC. Cormick, E. J.,  Human Factors in Engineering and Design,             6th Edition, Mc Graw Hill Book Company, Singapore.1987

Tabel 5. Pedoman penentuan dimensi kursi

No

Dimensi Kursi

Pedoman

1

Tinggi Kursi dari lantai

Ukuran bahu duduk ditambha tinggi popliteal

2

Tinggi alas duduk dari lantai

Ukuran tinggi popliteal

3

Tinggi tempat buku

Jarak siku ke tangan

4

Tinggi meja dari alas kursi

Tinggi siku duduk

5

Lebar alas kursi

Ukuran lebar pinggul

6

Lebar meja

Ukuran kertas double folio

7

Lebar sandaran

Lebar bahu

8

Panjang meja

Jarak siku ke tangan ditambah panjang kertas double folio

9

Panjang sandaran

Panjang sandaran hendaknya mendukung daerah lumbar, dengan tinggi minimum 23 cm

10

Panjang las kursi

Jarak anatara pantat popliteal

11

Sudut kemiringan sandaran

100 sampai dengan 300

Pengukuran dimensi kursi dilakukan dengan menggunakan metode ukur tukang jahit, dengan didukung penggunaan busur dan alat pendukung lain, yang meliputi tinggi kursi dari lantai, tinggi alas duduk dari lantai, tinggi tempat buku, tinggi meja dari alas kursi, lebar alas kursi, lebar meja, lebar sandaran, panjang sandaran, panjang alas kursi, sudut kemiringan sandaran. maka hasil dari kesimpulannya adalah berdasarkan mean/rata-rata antrhopometri anak, dimana standar untuk ukuran kursi anak yaitu: Tinggi bahu (B) : ..38…cm Lebar pantat duduk (D) : ..28, 35…cm, Panjang paha duduk (E) : ..33,36..cm Tinggi lutut (F) : ..35,39.cm Panjang lengan bawah (G) : 24.1….cm Panjang lengan atas (H) : 24.. cm Tinggi badan (A) dimana karakteristik anak berdasarkan perubahan proporsi, Pertumbuhan tinggi badan +5 cm pertahun, tinggi badan rata-rata 116 cm-150 cm. Penambahan berat badan + 2-4 kg pertahun denga berat rata-rata 21-40 kg. Berat badan bertambah karena memanjangnya tulang dan terbentuknya jaringan otot. Mampu berdiri tegak dengan gerakan lebih sempurna. Proporsi tubuh terlihat lebih langsing dan panjang karena pertumbuhan kaki dan lengan lebih cepat dan lebih panjang daripada pertambahan panjang badan. Pajang badan akan lebih memanjang pada usia 9 tahun. Lingkar pinggang akan tampak mengecil arena pertambahan tinggi. Petunjuk dasar mendesain kursi standar ukuran kursi yang diambil desainer  adalah berasal dari rata-rata  90% ukuran tubuh populasi manusia, berikut ini  beberapa “ guidelines “ bagi anda untuk membuat sebuah kursi yaitu:

  • Pengguna harus bisa dengan mudah duduk atau beranjak dari kursi tanpa masalah.
  • Apabila terdapat armrest/sandaran tangan , ketinggian harus sedemikian rupa sehingga pengguna  tidak perlu menaikkan bahunya pada saat meletakkan tangannya  pada sandaran tangan tersebut.
  • Armrest/sandaran tangan dari lantai sebaiknya sesuai dengan ruang bebas dibawah meja, sehingga kursi bisa dimasukkan kebawah meja ketika tidak dipergunakan.
  • semua kaki kursi harus menyentuh lantai untuk kestabilan.
  • jarak dudukan kursi  dari belakang kedepan (kedalaman dudukan) sebaiknya tidak lebih panjang dari jarak bagian belakang lutut ke punggung pengguna. Jika terlalu dalam akan membuat punggung pengguna sakit karena tidak nyaman, namun jika terlalu pendek akan membuat kursi  menjadi tidak stabil dan mudah jatuh.
  • Lebar dudukan bagian harus lebih lebar sekitar 5-7 cm untuk ruang kaki.
  • Untuk  kursi santai, dudukan kursi harus dibuat miring dengan sudut  sekitar 5 derajat- 8 derajat , kursi kerja memiliki sudut lebih lurus.
  • Begitu pula dengan sandaran kursi , sudut kemiringan sekitar 10 derajat  hingga  15 derajat.
  • Ketinggian sandaran kursi yang normal ideal adalah 30 – 40 cm  (12’’-16’’), untuk mencapai idealisme desain.

3.5.9  Analisa Konfigurasi

Merupakan untuk mengetahui tata letak yang tepat pada produk tersebut, dimana terlebih dahulu dengan mengetahui  perkembangan kognitif pada anak, karena faktor kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar, karena sebagian besar aktivitas dalam belajar selalu berhubungan dengan masalah mengingat dan berfikir. Dimana Anak membangun skema berdasarkan eksperimen yang dilakukannya. Saat anak menemukan benda atau peristiwa baru, anak berupaya untuk memahaminya berdasarkan skema yang telah dimilikinya. Piaget (tokoh psikologi kognitif)  menyebut hal itu sebagai proses asimilasi. Piaget melukiskan urutan perkembangan kognitif ke dalam empat tahap yang berbeda secara kualitatif yaitu : (1) tahap sensorimotorik (lahir – 2 tahun), (2) tahap praoperasional (2 – 7 tahun), (3) tahap operasional konkrit (7 -11 Tahun) dan (4) tahap operasional formal ( 11 – 16 tahun )  Dan juga memperhatikan aspek ruang gerak dalam kelas, berapa luas bangunan perkelas, dimana hal ini berdampak pada tata letak bangku dan meja, menurut data dari kemdiknas untuk ukuran kelas adalah 8×8 m2. Kesimpulan yang didapat adalah jumlah rasio anak dan ruang gerak dalam kelas akan mempengaruhi psikologis anak dalam berkembang proses pembelajaran dan dalam melaksanakan proses pembelajaran, guru sebaiknya mempunyai kepedulian untuk menciptakan situasi belajar yang menyenangkan atau kondusif bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif. Hal-hal yang dapat dilakukan guru diantaranya adalah :

  • Mengembangkan iklim kelas yang bebas dari ketegangan (misalnya guru tidak bersikap judes dan marah-marah).
  • Memperlakukan anak sebagai individu yang mempunyai harga diri (misalnya tidak menganaktirikan atau menganakemaskan salah satu anak tertentu, tidak mencemooh anak, dan menghargai pendapat anak)
  • Memberikan nilai secara objektif
  • Menghargai hasil karya anak

3.6  Solusi Desain            

Dilihat dari kebutuhan anak (user) maka penulis akan mendesain sebuah kursi yang ergonomis dimana menyelaraskan anthropometri anak dan sesuai dengan karakteristik anak yaitu polos, riang, aktif, krestif, dan jujur, guna mendukung proses belajar anak didalam kelas. Adapun untuk mempermudah pergerakan yang lebih safety dalam menggunakan produknya, yaitu seperti kursi tersebut ringan dan mudah dalam berinteraksi dengan user dalam posisi duduk ataupun dalam tahapan menggunakan kursi untuk posisi duduk. Dan untuk menunjang keamanan produk tersebut terhadap anak yaitu berdasarkan jenis pemilihan material dan styling desain kursi yang sesuai dengan karakter anak. Yaitu dengan menyatukan styling desain seatcar corbeau dan memiliki unsur kontemporer yang tersematkan dalam kursi tersebut. Dimana pemilihan styling desain berdasarkan seatcar corbeau dikarenakan posisi badan terasa pas dan kelenturan tubuh seperti terjaga. Karakteristik desain dari furniture produk-produk bergaya Contemporaryyaitu:

  • Straight lines (garis lurus)
  • Sculptural elements (elemen skluptur)
  • Clean line (garis bersih)
  • Soft Curves (garis halus)
  • Spare (sederhana)
  • Uncluttered look (rapi/ teratur)
  • Geometric pattern (pola geometris)
  • Smooth surface (permukaan halus)
  • Unique design (unik)
  • Color: Bold, Bright color, Brown, Taupe, Cream, Purewhite, Black, Pastel Color

Gambar 4.1  Image Board

(Sumber: Google)

Keyword: safety line

Gambar-gambar di atas merupakan acuan bagi penulis dalam mendesain kursi, dengan keyword: safety line / garis aman terhadap anak atau titik temu terhadap posisi tubuh anak terhadap produk dan dimana bentuk desain akan memiliki unsur-unsur kesamaan pada gambar-gambar di atas.

3.6.1 Quantified Structure

Desain kursi ini menunjang dalam proses belajar karena dalam segi bentuk yang ergonomis dintara lain : 1. posisi bantalan kursi.

2. posisi sandaran punggung.

3. posisi sandaran tangan.

4. posisi sandaran kaki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: